KabarBaik.co – Puluhan anggota Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Among Roso yang biasa berjualan di Jalan Sultan Agung mengadukan nasib mereka ke DPRD Kota Batu, Rabu (11/9). Mereka mengeluhkan penggusuran yang akan dilakukan Satpol PP tanpa adanya solusi dari Pemkot Batu.
Dalam surat pemberitahuan yang diterima PKL, mereka diminta mengosongkan dan membongkar lapak mereka paling lambat 27 September mendatang. Namun, para PKL yang tergabung dalam Paguyuban Among Roso sepakat untuk tidak membongkar lapak mereka sebelum ada solusi dari Pemkot Batu.
Kedatangan para PKL diterima langsung oleh Ketua Sementara DPRD Kota Batu M. Didik Subianto, Wakil Ketua DPRD Kota Batu Punjul Santoso, dan sejumlah anggota dewan lainnya. Wakil Ketua Paguyuban PKL Among Roso, Sugianto berharap DPRD Kota Batu dapat memfasilitasi pertemuan dengan jajaran Pemkot Batu untuk mencari solusi.
”Kota Batu bisa mencontoh kawasan Kayutangan Heritage, di mana PKL di kawasan tersebut ditata rapi oleh pemerintah sehingga tidak digusur meski ada pembangunan,” kata Sugianto, Rabu (11/9).
Ketua RW 14 Kelurahan Ngaglik Fatoni menambahkan, keberadaan PKL di kawasan Jalan Sultan Agung bagian barat diinisiasi oleh lingkungan sekitar untuk mencegah pemanfaatan PKL dari luar daerah.
”Kawasan ini adalah kawasan strategis. PKL sudah ada sejak 25 tahun lalu. Karena itu, kami tidak setuju jika ada penggusuran. Warga asli Kota Batu cari makan di rumahnya sendiri tapi diusir,” tegas Fatoni.
Wakil Ketua Sementara DPRD Kota Batu Punjul Santoso menjelaskan muncul dua opsi solusi dari pertemuan dengan Paguyuban PKL Among Roso. Pertama, merelokasi mereka ke kawasan kantor KONI Kota Batu. Kedua, bergabung dengan PKL lainnya di kawasan Bukit Bintang.
”Penggunaan lahan KONI ini adalah opsi sementara, di mana PKL dapat berjualan pada pagi hari kemudian disterilkan di sore hari,” jelas Punjul. Untuk opsi kedua, pihaknya akan mendorong Pemkot Batu untuk berkomunikasi dengan manajemen PT Paramount agar mereka mau mewadahi PKL yang ada untuk sementara waktu hingga muncul solusi konkret.
”Pemkot Batu bisa berkomunikasi dengan Paramount untuk memfasilitasi paguyuban PKL tersebut. Mengingat jarak antara PKL timur dan PKL barat tidak terlalu jauh dan sama-sama mencari penghidupan di kawasan Jalan Sultan Agung,” jelas politisi PDIP itu.
Untuk merealisasikan opsi-opsi tersebut, Punjul mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil dinas terkait untuk mencari solusi bersama demi kelanjutan hajat hidup para PKL. ”Kami akan panggil dinas terkait seperti Diskoperindag, Satpol PP, PUPR, Dinas Pariwisata, Dishub, Lurah Ngaglik, dan Lurah Sisir,” tegasnya. (*)