KabarBaik.co – Pembangunan lapangan Desa Sumberejo, Kota Batu, hingga akhir Desember 2025 baru mencapai sekitar 80 persen. Keterlambatan tersebut disebabkan faktor cuaca, terutama intensitas hujan yang menghambat aktivitas pekerja di lapangan.
Kepala Desa Sumberejo, Riyanto mengatakan, meski progres belum sesuai target, pihak pelaksana proyek dari CV yang ditunjuk telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan. Konsekuensi keterlambatan, termasuk denda, telah disepakati sejak awal sesuai kontrak yang berlaku.
“Konsekuensi keterlambatan sudah disepakati sejak awal, termasuk denda. Pelaksana menyatakan siap memenuhi kewajiban tersebut sesuai kontrak,” ujar Riyanto, Senin (5/1).
Riyanto memastikan spesifikasi lapangan yang dibangun telah sesuai standar lapangan nasional, baik dari sisi ukuran, sistem resapan air, maupun irigasi. Pemerintah desa pun menyatakan bangga atas hasil pembangunan lapangan tersebut.
“Untuk kelanjutan pembangunan, Pemerintah Desa Sumberejo telah mengajukan proposal lanjutan kepada Pemerintah Kota Batu yang ditujukan kepada Wali Kota Batu dan telah mendapat respons positif, khususnya untuk rencana pembangunan tribun,” jelasnya.
Ia menyebutkan, jika pemerintah desa menargetkan pekerjaan fisik lapangan rampung sepenuhnya pada 15 Januari 2026. “Tetapi, lapangan belum dapat langsung digunakan karena harus memasuki masa perawatan rumput selama tiga bulan. Selama masa perawatan, tanggung jawab sepenuhnya berada di pihak CV pelaksana agar kualitas rumput tumbuh optimal,” ungkapnya.
Lapangan baru direncanakan mulai digunakan pada ajang Liga Desa Sumberejo 2026 setelah masa perawatan selesai. Hal tersebut dilakukan demi menjaga kualitas dan daya tahan lapangan.
“Untuk tahun anggaran 2025, pembangunan difokuskan pada lapangan dan sistem irigasi dengan dukungan dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp1,4 miliar. Sementara itu, penambahan tribun direncanakan pada tahun anggaran berikutnya,” tandasnya. (*)






