KabarBaik.co, Banyuwangi – Seorang sopir truk asal Surabaya terpaksa tertahan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, akibat penutupan penyeberangan saat Hari Raya Nyepi, Rabu (18/3). Kondisi ini membuatnya terancam merayakan Lebaran di perjalanan.
Sopir bernama Eko mengaku tiba di Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 23.30 WIB, namun layanan penyeberangan menuju Bali telah ditutup.
“Saya dari Surabaya mau ke Denpasar. Sampai sini sekitar jam setengah dua belas malam, tapi sudah ditutup, tidak bisa nyeberang,” ujarnya, Kamis (19/3).
Eko mengatakan, berdasarkan informasi dari petugas, penyeberangan baru akan dibuka kembali pada Jumat (20/3) sekitar pukul 05.00 WIB. Ia pun harus menunggu bersama puluhan sopir lainnya.
“Saya tanya ke petugas, katanya baru bisa besok pagi sekitar jam empat. Jadi kami para sopir harus menunggu dari kemarin sampai sekarang,” ucapnya.
Ia mengaku keterlambatan tersebut berpotensi membuatnya tidak bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman.
“Tahun ini mungkin tidak bisa Lebaran sama keluarga. Biasanya selalu kumpul, tapi sekarang bisa jadi Lebaran di jalan,” katanya.
Sementara itu, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan penutupan penyeberangan dilakukan sesuai Surat Edaran Gubernur Bali dalam rangka perayaan Nyepi.
Penutupan lintas Ketapang–Gilimanuk berlangsung sejak Rabu (18/3) pukul 17.00 WIB dan dijadwalkan kembali beroperasi pada Jumat (20/3) pukul 05.00 WIB.








