Tingkatkan Produktivitas Pertanian, KASAD Resmikan Program Pipanisasi di Pulau Bawean Gresik

oleh -486 Dilihat
d4b61856 54f7 4156 9aa6 626b7bd42c3c
Peresmian program pipanisasi pengairan pertanian di Pulau Bawean, Gresik. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Aliran air yang mancur ke sawah melalui pipa-pipa menandai peresmian program pipanisasi pengairan pertanian di Desa Kelompanggubuk, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean, Gresik, Jum’at (1/11). Peresmian ini dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

Jenderal Maruli tiba di Pulau Bawean menaiki helikopter milik TNI-AD HA-5159. Setibanya di landasan lapangan desa setempat, rombongan disambut hangat oleh para warga beserta para siswa sekolah.

Tampak harir Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono dan Forkopimda Jatim, Plt Bupati Gresik Aminatun Habibah dan Forkopimda Gresik, VP Komunikasi Korporat Petrokimia Gresik Rama Yusron Harbiansyah, beserta para stakeholder terkait. Hadir pula kepala desa se-Kecamatan Tambak dan Sangkapura.

Pipanisasi pengairan pertanian ini merupakan salah satu program uang tengah digencarkan TNI-AD. Berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Kebutuhan air dalam program pipanisasi di Pulau Bawean ini memanfaatkan sungai rembeaan dari pegunungan wilayah Pedukuhan Celok-celok, Desa Kelompanggubuk. Sumber air itu berjarak sekitar 3,5 kilometer ke sawah petani.

Program ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas pertanian di Pulau Bawean. Khususnya agar panen padi bisa dilakukan dua atau tiga kali dalam setahun di wilayah yang sudah teraliri pipa tersebut.

Sejauh ini, pipa-pipa pengairan itu sudah menjangkau Desa Kelompanggubuk, Pekalongan, Tambak, dan Tanjungori. Kedepan diproyeksikan menyentuh Desa Kepuhteluk, dan Kepuh Legundi. Sehingga produktivitas pertanian meningkat dan merata.

KASAD Jenderal TNI Maruli mengatakan, peresmian progam pipanisasi di Pulau Bawean ini adalah bagian dari komitmen TNI dalam membantu pertanian. Yakni dalam progam besar TNI Manunggal Air.

“Ini rangkaian dari program TNI Manunggal Air yang sudah 3.000 lebih titik air. Untuk pengairan ke sawah sekitar 150 titik pengairan yang sudah mengairi sawah sekitar 44. 000 hektar Sawah. Di sini (Pulau Bawean) ada sekitar 340 hektar sawah,” bebernya.

Ia menyebut, program ini melibatkan banyak stakeholder. Mulai dari Kementerian Pertanian, PUPR, Pupuk Indonesia, hingga perusahaan BUMN. “Bagi kami ini bukan hal yang luar biasa, melainkan kegiatan ini sudah ada ribuan titik,” jelasnya.

Pihaknya memastikan proyek ini, tidak merusak alam dan lingkungan di Pulau Bawean. Karena sebelum dikerjakam, sudah ada kajian melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Pipanisasi ini juga bagian dari program ketahanan pangan yang dicanangkan Pemerintah Pusat. “Ini bagian pendukung, dengan produktivitas pertanian bisa bertambah dan sangat menyentuh untuk kesejahteraan masyarakat. Menanam tanpa menunggu tadah hujan,” tandasnya.

Maruli berharap, setelah diresmikan masyarakat bisa memelihara pipa pengairan ini. Sehingga menghadirkan manfaat yang berkelanjutan. Perawatannya pun mudah. Cukup dibersihkan, lantaran pipa dapat bertahan selama 100 tahun lebih. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.