KabarBaik.co – Upaya menjadikan KH Muhammad Yusuf Hasyim sebagai Pahlawan Nasional terus berlanjut. Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) dari Jakarta melakukan verifikasi faktual di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari dokumen pengajuan gelar kehormatan yang sebelumnya diajukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, atas inisiatif masyarakat yang disampaikan lewat Dinsos Kabupaten Jombang.
Rombongan TP2GP terdiri dari Dr M Alfan Alfian dan Dr Pepen Nazaruddin, serta dua staf pendamping. Hadir pula perwakilan dari Dinsos Jatim dan Dinsos Jombang. Kegiatan ini juga diikuti oleh Asisten Sekda Jatim Dr. Akhmad Jazuli, keluarga besar KH Yusuf Hasyim, dan tim pengusul.
Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menegaskan bahwa KH Yusuf Hasyim adalah tokoh sentral dalam perjuangan bangsa.
“Beliau tidak hanya memimpin Tebuireng puluhan tahun, tetapi juga tokoh NU penting di masa-masa genting pasca kemerdekaan,” ujar Gus Kikin saat dikonfirmasi, Sabtu (5/7/2025).
Ketua TP2GP Dr. M Alfan Alfian menyebut kunjungan ini bertujuan untuk mencocokkan isi dokumen pengusulan dengan bukti nyata di lapangan. Menurutnya, kontribusi KH Yusuf Hasyim sangat jelas dan tidak menimbulkan kontroversi.
“Beliau adalah pejuang yang tidak hanya mengangkat senjata, tapi juga memperjuangkan batas wilayah Indonesia di masa agresi militer lewat garis Van Mook,” jelas Alfan.
Dokumen pengusulan yang diterima TP2GP dinilai sangat lengkap dan berkualitas tinggi. Bahkan disebut layak menjadi rujukan untuk penyusunan naskah akademik calon pahlawan nasional lainnya.
Sementara itu, anggota TP2GP lainnya, Dr Pepen Nazaruddin, menekankan pentingnya verifikasi terhadap peran ahli waris dalam pelestarian nilai-nilai kepahlawanan.
“Pewarisan nilai perjuangan sangat penting. Kami pastikan hal itu juga menjadi bagian dari proses ini,” ungkap Pepen.
Penilaian positif juga datang dari Prof Ali Mufrodi, anggota TP2GD Jawa Timur. Ia menyatakan bahwa semua syarat pengusulan telah terpenuhi, dan verifikasi ini hanya tinggal menyempurnakan prosedur formal. Dikenal sebagai pendiri Barisan Ansor Serbaguna (Banser), KH Yusuf Hasyim aktif dalam menolak gerakan PKI.
Selain itu, ia juga berperan besar dalam dunia pendidikan dan sosial, termasuk menggagas haul akbar Bung Karno pada 1980-an.
Putra pendiri NU KH Hasyim Asy’ari itu dimakamkan di kompleks Pesantren Tebuireng. Menurut KH Riza Yusuf, keluarga sepakat agar beliau dimakamkan di sana, meskipun sempat ada tawaran dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.
Sebagai penutup agenda, rombongan TP2GP melakukan ziarah dan tabur bunga di makam Pak Ud sapaan akrab KH Yusuf Hasyim yang berada di sisi barat Masjid Tebuireng. Proses selanjutnya menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait penetapan gelar Pahlawan Nasional. (*)






