KabarBaik.co – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak usaha Pelindo Terminal Petikemas, terus memperkuat komitmennya dalam mendukung prinsip keberlanjutan nasional dengan menerapkan konsep Environmental, Social, and Governance (ESG). Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah program elektrifikasi alat bongkar muat yang dilakukan secara bertahap di area dermaga dan lapangan penumpukan.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menjelaskan bahwa elektrifikasi alat bongkar muat telah dimulai sejak 2016 dengan mengubah 12 unit Container Crane (CC) menjadi berbasis listrik. Inisiatif ini kemudian dilanjutkan pada 2024 dengan elektrifikasi Rubber Tyred Gantry (RTG) untuk meningkatkan layanan di area lapangan penumpukan TPS.
“Langkah elektrifikasi terbukti meningkatkan keandalan alat, menekan waktu henti (downtime), sekaligus melestarikan lingkungan melalui pengurangan emisi karbon dan konsumsi energi fosil,” ujar Erika dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/4).
Hingga awal 2025, TPS telah mengoperasikan empat unit RTG berbasis listrik dari total 22 unit yang ditargetkan rampung pada pertengahan 2026. Proses elektrifikasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan operasional tetap berjalan optimal selama transisi.
Dampak positif dari elektrifikasi alat ini sangat signifikan terhadap lingkungan. Sebagai gambaran, satu unit RTG berbahan bakar solar biasanya mengonsumsi sekitar 400 liter per hari, menghasilkan emisi hingga 1.072 kilogram CO2. Dengan beralih ke tenaga listrik, emisi tersebut dapat ditekan hingga nol. Selain itu, penggunaan energi listrik juga mengurangi kebutuhan pelumas dan suku cadang mesin diesel, sehingga tidak hanya lebih ramah lingkungan tetapi juga lebih efisien secara operasional.
Erika menambahkan bahwa inisiatif ini turut memberikan manfaat finansial. “Efisiensi biaya operasional harian mencapai hingga 60 persen per unit per hari,” jelasnya.
Program elektrifikasi TPS juga sejalan dengan komitmen induk usaha, Pelindo, dalam memperkuat transformasi hijau (green port transformation), efisiensi energi, dan digitalisasi layanan. Semua ini merupakan bagian dari upaya mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional.
Dengan terus mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG dalam setiap aspek operasional, TPS tidak hanya berkontribusi pada target nasional untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen pada 2030 dan mencapai net zero emissions pada 2060, tetapi juga mengambil peran penting dalam mewujudkan pelabuhan hijau yang efisien dan berkelanjutan.(*)






