KabarBaik.co – Upaya menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini terus digalakkan berbagai pihak, termasuk dunia usaha. PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menunjukkan komitmennya melalui kegiatan literasi edukatif yang menyasar anak-anak pekerja.
Dalam kegiatan tersebut, TPS menggandeng Yuliana Sidharta—akrab disapa Kak Jules—inisiator sekaligus penggerak Komunitas Read Aloud Surabaya (RA Surabaya). Bersama pekerja TPS, Kak Jules menghadirkan sesi literasi yang dikemas interaktif dan menyenangkan melalui metode membacakan nyaring (read aloud).
Kegiatan ini tidak sekadar menghadirkan cerita, tetapi mengajak anak-anak berpetualang mengenal dunia terminal petikemas melalui kombinasi cerita, boneka, interaksi langsung, serta visualisasi di layar LCD. Pendekatan tersebut membuat suasana semakin hidup dan membantu anak-anak merasakan pengalaman belajar yang imersif dan menyenangkan.
Metode read aloud dipilih karena dinilai efektif dalam menumbuhkan minat baca. Selain melatih kemampuan mendengar, anak-anak juga diajak berdiskusi, berimajinasi, dan mengekspresikan pendapat. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan kemampuan berbahasa sekaligus membangun kedekatan emosional anak dengan buku.
“Literasi sebaiknya dikenalkan sejak dini dengan cara yang menyenangkan. Melalui read aloud, anak-anak belajar berimajinasi, berkomunikasi, dan memahami nilai-nilai positif dari setiap cerita,” ujar Kak Jules, Selasa (13/1).
Sebagai penggerak RA Surabaya, Kak Jules dikenal aktif mengampanyekan pentingnya literasi keluarga dengan pendekatan yang hangat, komunikatif, dan mudah diterima anak-anak. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami bahwa membaca bukan sekadar kewajiban, melainkan aktivitas yang menyenangkan dan penuh manfaat.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa kegiatan literasi ini merupakan bagian dari kepedulian perusahaan terhadap pengembangan karakter dan pendidikan, khususnya bagi anak-anak pekerja TPS.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan kepada anak-anak lingkungan tempat orang tua mereka bekerja, sekaligus memberikan nilai edukatif yang bermanfaat bagi tumbuh kembang mereka. Harapannya, kegemaran membaca dapat membentuk karakter positif dan memperkaya pengetahuan sebagai bekal generasi penerus bangsa,” tandasnya.






