Tragedi Imaan Berdarah, Ada Pesan Ultah Romantis sebelum Korban Terbunuh

Editor: Hardy
oleh -4091 Dilihat
Kue tart yang diunggah di laman medsos korban pada 9 Maret 2024. (istimewa)

KabarBaik.co – Tragedi ’’Imaan Berdarah’’, hingga hari ketiga masih tersaput gelap. Polisi terus bekerja keras untuk membuka tabir kasus dugaan perampokan dan pembunuhan sadis yang menewaskan Wardatun Toyibah, 28, warga Desa Imaan,  Kecamatan Dukun, Gresik, tersebut. Tidak mudah menguaknya. Sebab, selain TKP disebut sudah rusak, saksi-saksi juga minim.

Yang jelas, tragedi ‘’Imaan Berdarah’’ itu mendapat atensi luas dari publik. Di laman-laman media sosial juga menjadi bahan perbincangan. Beberapa warga juga bercerita versi yang mereka dengar. Selain berempati, semua berharap agar jajaran kepolisian cepat membekuk pelaku perampokan dan pembunuhan sadis itu.

Informasi yang didapat wartawan KabarBaik.co, nyawa korban dihabisi pelaku itu ternyata terjadi sepekan setelah berulang tahun. Yakni, pada 9 Maret. Pada tanggal itu, Wardatun genap berusia 28 tahun. Mahfud, suami korban, juga memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada istrinya.

Baca juga:  Kepala BNPB dan Pj Gubernur Jatim Tinjau Korban Gempa Bawean, Bupati Gresik Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Maksimal

‘’Selamat Ultah mama….ayah dan N mendoakan semoga sehat selalu. Panjang umur dan barakah umur e. Amin…’’ demikian tulias Kakfud, panggilan Mahfud, dalam laman media sosialnya.

Dalam unggahan tersebut, juga disertakan sebuah foto donat berbalut coklat dalam boks kertas, bertuliskan: Happy B’Day Mama 28 th. Ucapan itu terlihat diunggah melalui gadget pada 9 Maret 2024 pukul 12,49. Mendapat ucapan itu, Wardatun dalam komentarnya juga memberikan jawaban yang terbilang penuh kasih sayang dengan emoticon cinta. ‘’Terima yah do’a baik kembali ke pyn dan Wawa.’’ Kemudian, Kakfud menimpali. ‘’Iya amin….’’

Dari cerita beberapa warga, saat peristwa berdarah itu terjadi besar kemungkinan Mahfud memang tertidur pulas karena disirep, Sehingga ia tidak mengetahui para pelaku memasuki rumahnya, lantas menghabisi istri tercintanya, serta melukai anak kecilnya. Diakui atau tidak, ada pelaku tindak kriminalitas yang memiliki ilmu sirep atau gendam. Namun, kepastiannya tentu menunggu hasil penyidikan aparat berwenang.

Baca juga:  Fatalitas Kecelakaan Turun 14 Persen, 157 Pengendara Tewas di Jalanan Gresik

Yang pasti, dalam berita sebelumnya, Senin (18/3) Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan, salah satu keterangan kunci untuk menguak peristiwa berdarah ini berada di kesaksian balita berusia 2,5 tahun, anak pasutri Mahfud-Wardatun. Balita itu berinisial NZ. Saat kejadian, NZ sedang tidur bersama Wardatun. Jajaran Satreskrim Polres Gresik juga terus mendalami keterangan suami korban.

Terkait pemeriksaan NZ, polisi bakal menerapkan prosedur khusus lantaran dia masih berusia di bawah umur. “Kita akan lakukan pemeriksaan terhadap anak korban (NZ, red). Karena masih balita penangangannya dengan metode khusus,” kata Aldhino. Sejauh ini, ada 10 saksi yang telah dimintai keterangan. Para saksi itu terdiri atas keluarga dan tetangga korban.

Baca juga:  HUT ke-78 PMI, Kapolres Gresik: Mereka Pejuang Kemanusiaan

Seperti pernah diberitakan, aksi dugaan perampokan sadis terjadi di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik, Sabtu (16/3). Pelaku membunuh satu korban Wardatun Toyyibah dan menggasak uang tunai sekitar Rp 150 juta dan satu HP.

Korban pergi selama-lamanya setelah mengalami empat luka tusuk. Hasil autopsi RSUD Ibnu Sina, terdapat dua luka di leher bagian depan, satu luka di leher bagian belakang, dan satu luka tusuk di dada sampai tembus ke ulu hati. Ada kemungkinan senjata yang dipakai pelaku adalah sengkap, alat tajam yang biasa dipakai untuk mencari ikan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News


No More Posts Available.

No more pages to load.