KabarBaik.co, Pekalongan – Ledakan petasan hebat terjadi di Pekalongan. Meledaknya petasan itu menewaskan seorang remaja.
Polisi masih mendalami kasus ledakan petasan yang terjadi di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, Pekalongan Selatan, tersebut. Selain menewaskan satu orang korban, ledakan petasan itu juga membuat dua orang lainnya terluka.
Kasat Reskrim Polres Pekalongan Kota AKP Setiyanto mengatakan pihaknya masih terus menggali keterangan dari para saksi atas kasus ledakan petasan tersebut.
“Ya, kasus itu masih kami lakukan pendalaman. Kami belum bisa menanyai para korban ledakan karena mereka masih mendapatkan perawatan intensif dari pihak rumah sakit,” katanya, Selasa (24/3).
Pada peristiwa ledakan petasan tersebut, korban berinisial MSA, 14, dinyatakan meninggal pada Senin (23/3) malam setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Bendan.
Dokter jaga sif malam RSUD Bendan Brian Abetnego mengatakan ketiga korban ledakan petasan yang dirawat di rumah sakit tersebut sebelumnya telah mendapatkan penanganan awal dari tim medis.
Namun, kata dia, kondisi salah satu pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) sekitar pukul 19.30 WIB.
“Untuk pasien, ada tiga. Satu pasien meninggal dunia di IGD, Senin (23/3) sekitar 19.30 WIB, sedangkan dua pasien lainnya masih dalam penanganan pihak rumah sakit,” katanya.
Ia mengatakan saat ini satu pasien masih berada di IGD untuk menjalani observasi lanjutan, sedangkan satu pasien lain tengah menjalani tindakan medis di ruang operasi bersama tim dokter bedah.
“Kami belum dapat memberikan keterangan lebih rinci terkait identitas korban maupun penyebab insiden,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Selatan Kompol Aries Tri Hartanto mengatakan peristiwa ledakan mercon tersebut terjadi Senin (23/3) sekitar pukul 14.00 WIB di kebun pisang yang mengakibatkan dua remaja mengalami luka berat hingga putus lengan.
“Sementara, satu korban mengalami luka ringan akibat terkena serpihan saat mencari burung di sekitar kebun itu,” katanya. (ANTARA)






