5 Remaja di Jombang Jadi Korban Ledakan Petasan, Jari Satu Orang Terpaksa Diamputasi

oleh -214 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 14 at 6.30.10 PM scaled
Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co, Jombang — Kondisi lima remaja korban ledakan petasan di Desa Pucangro, Gudo, Jombang, mulai berangsur membaik. Namun satu korban terpaksa menjalani operasi amputasi pada salah satu jarinya karena mengalami cedera berat.

Kelima korban sebelumnya dilarikan ke RSUD Jombang setelah mengalami luka bakar akibat ledakan yang diduga berasal dari petasan pada Jumat (13/3) sekitar pukul 23.30 WIB di teras rumah warga.

Direktur RSUD Jombang dr. Pudji Umbaran mengatakan para korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 02.00 dini hari dengan kondisi luka bakar yang bervariasi.

“Kelima pasien datang dengan luka bakar yang berbeda-beda. Ada yang sekitar 12 persen, 25 persen, 28 persen hingga 30 persen. Luka bakar akibat petasan biasanya cukup dalam sehingga harus ditangani secara serius,” kata Pudji Sabtu (14/3) sore.

Setibanya di rumah sakit, tim medis langsung melakukan penanganan darurat sebelum seluruh korban dipindahkan ke ruang perawatan khusus.

“Dini hari itu juga langsung dilakukan penanganan gawat darurat, kemudian lima pasien dimasukkan ke ruang Yudistira untuk mendapatkan perawatan lebih intensif,” ujarnya.

Salah satu korban mengalami kondisi paling serius karena tangan kirinya mengalami cedera berat akibat ledakan tersebut.

“Pada satu pasien terjadi crush injury pada tangan kiri. Jari keduanya mengalami kerusakan sangat berat akibat ledakan,” jelas Pudji.

Menurut dia, tim medis sempat berdiskusi dengan keluarga korban mengenai tindakan medis yang perlu dilakukan. Pada awalnya keluarga menolak tindakan amputasi.

Namun setelah mendapatkan penjelasan mengenai kondisi luka yang cukup parah, keluarga akhirnya menyetujui tindakan operasi.

“Setelah melalui diskusi dengan keluarga, diputuskan dilakukan amputasi pada jari kedua tangan kiri. Operasi dilakukan sekitar pukul 03.00 dini hari dan berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, empat korban lainnya masih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar di beberapa bagian tubuh.

“Untuk empat pasien lainnya kondisinya relatif stabil. Rencananya besok akan dilakukan tindakan debridement untuk membersihkan jaringan luka bakar,” ujar Pudji.

Sebelumnya, ledakan petasan terjadi di teras sebuah rumah di Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Jumat malam. Peristiwa itu mengakibatkan lima remaja mengalami luka bakar.

Kelima korban yakni BR, 15, warga Dusun Kuwayuhan; KB, 17, warga Dusun Ngepeh, Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro; MZT, 15,; ARA, 18,; dan WFR, 17, yang semuanya berasal dari Desa Pucangro.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengatakan dari hasil penyelidikan awal, ledakan diduga terjadi saat para remaja tersebut merakit petasan di teras rumah.

Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk merakit petasan, seperti palu besi, gunting, batang besi, sendok, selongsong mercon, korek api bensol, serta potongan kain yang terbakar.

“Petugas telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami penyebab pasti ledakan tersebut,” ujar Dimas. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini
Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.