KabarBaik co, Jeddah – Timnas Indonesia U-17 kini berada di ujung tanduk. Kekalahan menyakitkan dari Qatar di laga kedua Grup B, Sabtu (9/5) malam, mengubah ambisi untuk dapat melaju mulus kini menjadi misi mustahil yang harus diselesaikan di partai pamungkas.
Garuda Muda dipaksa menyerah 0-2 oleh Qatar dalam drama yang berlangsung di Stadion King Abdullah, Jeddah. Kegagalan penalti kapten Mathew Baker pada menit ke-17 menjadi titik balik krusial yang meruntuhkan momentum Indonesia, sebelum akhirnya gawang Mike Rajasa dibobol dua kali di babak kedua oleh Ayokunle Samuel Tokode (57′) dan Dhiaddine Larbi (66′).
Klasemen Sementara Grup B
Kemenangan tipis Jepang 2-1 atas China di laga lainnya memastikan “Samurai Biru” menjadi tim pertama dari grup ini yang mengunci tiket perempat final. Berikut posisi klasemen saat ini:
- Jepang: 6 Poin (Lolos)
- Qatar: 3 Poin (Selisih Gol 0)
- Indonesia: 3 Poin (Selisih Gol -1)
- China: 0 Poin (Hampir Pasti Tersingkir)
Skenario Mission Impossible Lawan Jepang
Meski sama-sama mengoleksi 3 poin dengan Qatar, Indonesia harus puas duduk di posisi ketiga karena kalah head-to-head dan selisih gol. Situasi ini membuat nasib anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto berada dalam kondisi Super Kritis.
Pada laga terakhir yang dijadwalkan 12 Mei mendatang, Indonesia tidak punya pilihan selain wajib menang melawan raksasa Asia, Jepang. Hasil imbang apalagi kalah akan langsung memupus mimpi Garuda Muda, mengingat Qatar diprediksi bakal tampil habis-habisan untuk mengamankan poin penuh saat bersua China demi mendampingi Jepang ke fase gugur.
Laga melawan Jepang nanti bukan sekadar perebutan poin, melainkan ujian mental bagi Noha Pohan dkk untuk membuktikan bahwa asa menuju Piala Dunia U-17 belum sepenuhnya padam di padang pasir Jeddah.
Melihat posisi di klasemen dan hasil head-to-head melawan Qatar, Indonesia saat ini benar-benar berada di situasi “lorong sempit”. Mengingat Piala Asia biasanya menggunakan sistem head-to-head sebagai kriteria pertama jika poin sama, kekalahan dari Qatar menjadi batu sandungan yang sangat besar.
Berikut adalah skenario yang bisa meloloskan Indonesia ke perempat final:
1. Skenario Menang atas Jepang (Peluang Terbaik)
Indonesia wajib mengalahkan Jepang pada 12 Mei mendatang. Jika menang, poin Indonesia menjadi 6.
Jika Qatar seri atau kalah dari China: Indonesia lolos sebagai runner-up mendampingi Jepang (keduanya punya 6 poin, atau Indonesia bahkan bisa jadi juara grup tergantung selisih gol).
Jika Qatar juga menang atas China: Akan ada tiga tim yang memiliki 6 poin (Jepang, Qatar, Indonesia). Dalam situasi ini, akan dibuat klasemen kecil yang menghitung selisih gol di antara ketiga tim tersebut. Indonesia harus menang dengan selisih gol yang cukup meyakinkan atas Jepang untuk unggul di klasemen mini ini.
2. Skenario Imbang Lawan Jepang (Sangat Bergantung Nasib)
Jika Indonesia hanya mampu bermain imbang melawan Jepang, poin Indonesia menjadi 4. Skenario ini hanya berhasil jika:
Qatar kalah dari China: Jika Qatar kalah, mereka tetap dengan 3 poin. Indonesia lolos sebagai runner-up dengan 4 poin.
Jika Qatar seri lawan China: Poin Qatar dan Indonesia sama-sama 4. Namun, Indonesia kemungkinan besar gugur karena kalah head-to-head langsung dari Qatar (sesuai hasil pertandingan kemarin).
3. Skenario Kalah dari Jepang (Hampir Mustahil)
Jika Indonesia kalah dari Jepang, poin tetap 3. Indonesia hanya bisa lolos jika:
China mengalahkan Qatar dengan skor yang tepat sehingga poin Indonesia, Qatar, dan China sama-sama 3.
Di sini akan dihitung selisih gol dari klasemen mini antara ketiganya. Namun, melihat selisih gol Indonesia saat ini (-1), peluang ini sangat tipis dan berisiko tinggi.
Karena Qatar “hanya” menghadapi China yang sudah dua kali kalah, kemungkinan besar Qatar akan meraih poin. Oleh karena itu, Indonesia tidak boleh mengharapkan hasil imbang.
Anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto harus tampil habis-habisan untuk menumbangkan Jepang. Kemenangan adalah satu-satunya cara untuk memastikan nasib ada di tangan sendiri tanpa harus terlalu bergantung pada hasil pertandingan Qatar. (*)






