Tragedi Medan Sunggal: Dari Kekerasan Rumah Tangga hingga Ledakan Emosi Anak

oleh -248 Dilihat
JENAZAH
Ilustrasi jenzaah (Foto IST)

KabarBaik.co- Misteri kematian Faizah Soraya (FS) di Medan Sunggal, akhirnya terungkap. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, dalam konferensi pers, Senin (29/12), memaparkan kronologi, motif, temuan forensik, serta kondisi psikologis anak berinisial AS (12), yang diduga melakukan pembunuhan terhadap ibu kandungnya sendiri.

Dalam keterangannya kepada awak media, Calvijn menjelaskan bahwa motif terduga pelaku berakar dari pengalaman menyaksikan dan mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Korban FS kerap melakukan kekerasan terhadap dua anaknya dan suaminya. Termasuk pengancaman menggunakan pisau, pemukulan dengan sapu dan tali pinggang, serta pencubitan.

Peristiwa FS memukul kakak terduga pelaku pada 22 November 2025, misalnya. Pemukulan itu meninggalkan luka yang sempat difoto oleh teman sekolahnya keesokan harinya.

“Si Adik sering melihat korban melakukan kekerasan terhadap kakaknya, dirinya sendiri, dan ayahnya. Selain itu, dihapusnya permainan daring juga memicu emosi anak ini,” jelas Calvijn.

Paparan juga menunjukkan bahwa AS–terduga pelaku–sempat menonton konten permainan Murder Mystery dan serial anime Detective Conan, yang menampilkan adegan pembunuhan, yang didudga turut memicu ledakan emosionalnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan rekaman CCTV dan pemeriksaan saintifik, tidak ada orang lain yang keluar-masuk rumah sejak 8 Desember 2025 hingga hari kejadian, 10 Desember 2025. Rekaman menunjukkan aktivitas keluarga sehari-hari, termasuk perjalanan menggunakan transportasi daring.

Peristiwa tragis terjadi dini hari, 10 Desember, pukul 04.00 WIB.  AS yang tidur di samping korban terbangun dan merasakan amarah yang memuncak. Lalu, mengambil pisau, melukai ibunya, sementara kakaknya mencoba menghentikan aksi tersebut dengan merampas pisau pertama. Kemudian, terduga pelaku mengambil pisau kedua dari dapur. Terjadilah tarik-menarik pisau hingga si kakak berlari ke lantai dua untuk membangunkan ayahnya (suami FS).

Suami korban sempat meminta bantuan dan ambulans dipanggil, namun meninggal dunia setelah mengalami sekitar 20 luka tikaman di tangan dan punggung.

Dari hasil pemeriksaan Labfor Polda Sumut, darah korban ditemukan di pakaian terduga pelaku, sementara darah kakak pelaku tersebar dari lantai satu ke lantai dua akibat berusaha menghentikan kejadian tersebut. DNA yang diperiksa memastikan keterlibatan dari anggota keluarga dalam kejadian tersebut, tanpa ada pihak luar yang terlibat.

Sementara itu, psikolog forensik Irma Nauli menyampaikan bahwa terduga pelaku anak ini memiliki kecerdasan superior, kemampuan kognitif di atas rata-rata, serta bakat seni dan musik yang berkembang secara otodidak. Namun, secara emosional, anak masih labil, agresif, dan empati belum berkembang optimal. Tidak ditemukan gangguan mental berat, halusinasi, atau perilaku kronis melanggar aturan.

Dia menyebut, peristiwa ini lebih dipengaruhi oleh akumulasi pengalaman kekerasan yang dialami dan disaksikan, ditambah paparan tontonan, serta emosi yang dipendam hingga akhirnya meledak dalam bentuk emotional outburst.

Selama proses penyidikan, terduga pelaku mendapatkan pendampingan intensif. Hak beribadah, bermain, berkomunikasi, serta pendidikan tetap dipenuhi. Pendampingan dilakukan oleh Dinas Sosial, DP3A, KPAI, dan pekerja sosial, termasuk asesmen sosial dan psikososial untuk pemulihan trauma.

Kapolrestabes menegaskan, karena terduga pelaku masih di bawah umur, seluruh proses peradilan akan tetap memperhatikan perlindungan dan pendampingan khusus anak.

Dengan pemaparan transparan tersebut diharapkan publik dapat memahami dan tidak lagi berspekulasi, sekaligus memberi perhatian pada isu kekerasan dalam rumah tangga dan dampaknya terhadap anak-anak. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.