Tragedi Percobaan Bunuh Diri Satu Keluarga di Kediri, Mas Dhito Kerahkan Tim Dampingi Korban

oleh -932 Dilihat
Tim saat berkunjung di korban selamat. (Foto: Oktavian Yogi Pratama)

KabarBaik.co – Tragedi percobaan bunuh diri satu keluarga diduga akibat jeratan pinjaman online (Pinjol) di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar mendapat perhatian serius Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.

Mas Dhito, sapaannya, menerjunkan tim gabungan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan pendampingan bagi korban selamat atas kasus dugaan percobaan bunuh diri yang menimpa satu keluarga tersebut.

Plt. Kepala Dinsos Kabupaten Kediri Ariyanto mengatakan dari empat orang dalam satu keluarga, pasangan suami istri D 31 tahun, M 29 tahun, kini masih menjalani perawatan insentif di RS Simpang Lima Gumul (SLG).

Adapun dari kejadian yang terjadi anak bungsu dari pasangan suami istri ini, MRS yang masih berusia 2 tahun meninggal dunia.

Pascakejadian yang menimpa satu keluarga ini, anak sulung MDNP, 8 tahun yang selamat kini dirawat di rumah neneknya, tak jauh dari tempat tinggal yang menjadi lokasi kejadian.

Tim lintas OPD yang terdiri dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan pun mendatangi rumah tempat MDNP tinggal.

“Kita lakukan assessment awal untuk mengetahui kondisi psikis anak seperti apa,” katanya, Rabu (18/12).

Diungkapkan Ariyanto, kondisi anak MDNP ketika ditanya mengenai sekolah dan kegiatan sehari-hari mau merespon normal seperti anak-anak seusianya. Hanya saja ketika pertanyaan menyinggung mengenai ayah, ibu dan adiknya MDNP langsung berubah dan menunjukkan adanya trauma.

Untuk bertemu dan mengajak komunikasi MDNP termasuk keluarga, tim juga melibatkan psikolog. Dari kondisi awal yang ditemui, menurut Ariyanto, untuk memulihkan kondisi psikologi anak supaya dapat kembali normal, tim bersama psikolog akan melakukan trauma healing secara berkala.

“Pendampingan kita bersama dengan psikolog,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Kediri Nurwulan Andadari secara terpisah menyebut, pendampingan psikolog kepada anak MDNP menurutnya untuk menguatkan anak atas informasi yang nantinya lambat laun bakal diketahui atas kondisi yang dialami keluarganya. Selain anak, pendampingan juga akan diberikan kepada orang tua.

Hanya saja, untuk pendampingan pasangan suami istri D dan M itu, menurut Andadari, masih menunggu kondisi keduanya membaik. Pasalnya keduanya pun saat ini masih dalam perawatan di ruang ICU karena kondisi kesehatan yang belum stabil.

Selain pendampingan bagi korban selamat atas dugaan percobaan bunuh diri di Desa Manggis tersebut, sebagaimana instruksi Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Hanindhito Himawan Pramana, tim dari pemerintah daerah terus melakukan pendampingan anak SPY salah satu korban selamat dari kasus pembunuhan yang menimpa satu keluarga di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar.

“Anaknya masih dirawat di rumah sakit, untuk pendampingan psikolog kita lakukan terus setiap hari,” imbuhnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Oktavian Yogi Pratama


No More Posts Available.

No more pages to load.