KabarBaik.co, Jombang – Jalan Gatot Subroto Jombang yang merupakan jalur nasional penghubung Surabaya–Madiun kini menjadi perhatian khusus Sat Lantas Polres Jombang.
Hal ini menyusul maraknya truk bermuatan besar yang parkir liar di bahu jalan dan berpotensi menimbulkan kemacetan hingga kecelakaan.
Pengamanan intensif tersebut merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Semeru 2026. Petugas Satlantas secara rutin menggelar operasi dengan sistem hunting untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar di jalur padat itu.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Jombang Ipda M Sutris mengatakan pihaknya melakukan penyisiran sebanyak tiga kali dalam sehari, terutama pada jam-jam rawan.
“Kita lakukan hunting pagi pukul 07.30–09.30 WIB, sore pukul 16.00–17.00 WIB, dan malam pukul 21.00–22.00 WIB,” kata Sutris kepada wartawan, Sabtu (7/2).
Sutris mengakui meski pengawasan dilakukan secara rutin, masih kerap terjadi aksi ‘kucing-kucingan’ antara sopir truk dan petugas. Banyak pengemudi yang kembali memarkirkan kendaraan di bahu jalan setelah petugas meninggalkan lokasi.
“Fenomena itu masih sering kami temui,” ujarnya.
Untuk menekan pelanggaran, Satlantas Polres Jombang menegaskan tak segan melakukan penindakan sesuai prosedur. Jika sopir berada di dalam kendaraan, petugas akan memerintahkan untuk segera melanjutkan perjalanan atau mengarahkan ke lokasi parkir yang telah ditentukan.
“Namun jika sopir meninggalkan kendaraannya atau tidak ada di tempat, langsung kami lakukan penilangan,” tegas Sutris.
Selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, tercatat jumlah pelanggaran dengan sanksi tilang mencapai 10 hingga 15 kasus per hari. Sementara untuk teguran humanis, petugas memberikan sekitar 200 teguran setiap harinya.
“Penindakan ini sesuai dengan formula cara bertindak Operasi Keselamatan 2026, yakni 40 persen preemtif, 40 persen preventif, dan 20 persen penegakan hukum,” pungkasnya. (*)






