KabarBaik.co – Nasib apes dialami Abudl Aziz, 50 tahun, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang, Jember yang menjadi korban penipuan travel umrah. Keinginannya untuk melakukan ibadah umrah pun gagal.
Aziz sendiri berprofesi sebagai tukang pijat panggilan. Demi mewujudkan impiannya tersebut, ia rela menabung dan menyisihkan uang jasa pijatnya setiap hari.
“Setiap hari saya menabung 25 ribu hingga 50 ribu. Uang hasil pijat selalu saya sisihkan demi umrah,” ujarnya, Jumat (7/3).
Meski ia mengaku terkadang tidak mendapat uang sama sekali karena tidak ada yang menggunakan jasa pijatnya, Azis mengungkapkan berencana umrah bersama sang istri dan mendaftarkan diri di kantor cabang Baginda Travel yang berada di Kecamatan Ajung Jember.
“Hati saya mantab dan percaya ke Baginda Travel,” ungkapnya.
Azis pun memilih paket umrah reguler yakni 25 juta rupiah dengan proses umrah selama 16 hari. Tergiur dengan fasilitas yang diberikan travel umrah pilihannya.
“Fasilitas yang ditawarkan juga mewah dengan harga murah jadi saya langsung tidak pikir panjang,” katanya.
Ia mengungkap dijanjikan oleh travel akan berangkat umrah pada bulan November 2024 lalu, dengan syarat Azis wajib melunasi biaya umrahnya pada April 2024.
“Biaya lunas pada bulan April. Sebelum lunas, pihak travel terus menerus meminta saya untuk segera melunasi biaya umrah,” katanya.
Segala persiapan selama di Baitullah disiapkan Azis dan istrinya. Namun tiba-tiba tanpa alasan yang jelas, Baginda travel memundurkan jadwal keberangkatan.
“November tidak jadi berangkat umrah. Saya tetap optimistis berangkat meski waktunya diundur,” jelasnya.
Bulan berganti tahun, namun kejelasan berangkat umrah semakin tidak jelas.
“Saya pun merasakan ada hal yang aneh dan janggal. Masak tanpa alasan yang jelas umrah diundur terus sampai sekarang, ” terang Aziz.
Firasat itu ternyata benar dan ia sadar telah ditipu agen perjalanan umrahnya. Oleh sebab itu ia melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dengan harapan kasus tersebut segera bisa diungkap.
“Saya benar-benar kecewa. Saya berharap polisi menangkap pihak Baginda travel dan uang saya kembali,” pungkasnya. (*)