Tumpeng Sewu Digelar Malam Ini, Warga Osing Kemiren Sibuk Siapkan Pecel Pitik

oleh -65 Dilihat
Pecel pitik
Warga Osing Banyuwangi menyiapkan pecel pitik

KabarBaik.co, Banyuwangi – Selain disibukan dengan tradisi Mepe Kasur, masyarakat Osing di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi juga sibuk membuat tumpeng.

Tumpeng itu nantinya akan disajikan dalam acara selamatan desa bertajuk “Tumpeng Sewu” yang digelar pada Kamis (21/5) malam.

Salah satu yang dipersiapkan adalah pecel pitik. Menu utama yang wajib ada pada tumpeng yang akan disajikan. Perpaduan ayam kampung panggang dengan parutan kelapa yang diberi bumbu khusus.

Sejak pagi ibu-ibu di Kemiren sibuk memasak menu ini. Ayam dibelek pipih lalu dijepit menggunakan bambu, selama beberapa jam ayam diasap diatas tungku dengan bara api sedang.

Setelah masak, ayam akan disajikan tumpeng akan dijajar di sepanjang jalan desa. Masyarakat lalu akan berkumpul dan bermunajat untuk keselamatan desa setempat.

Ketua Adat Osing Kemiren, Suhaimi mengatakan tradisi ini digelar pada pekan pertama bulan Dzulhijjah. Tujuannya adalah berdoa untuk keselamatan desa.

Suhaimi bercerita tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahun silam dan diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur masyarakat Osing.

Ritual itu awalnya digelar sebagai bentuk ikhtiar warga memohon keselamatan dan dijauhkan dari wabah penyakit yang pernah melanda desa.

“Dulu Tumpeng Sewu dilakukan sebagai bentuk tolak bala ketika desa terkena pagebluk. Warga membuat tumpeng dan berkumpul untuk berdoa bersama meminta keselamatan,” kata Suhaimi, Kamis (21/5).

Menurut Suhaimi, tradisi tersebut terus dilestarikan karena memiliki makna kebersamaan dan gotong royong yang kuat. Seluruh warga terlibat mulai dari menyiapkan tumpeng, memasak, hingga mengikuti doa bersama.

“Intinya bukan hanya soal makan bersama, tapi mempererat persaudaraan antarwarga dan menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Suhaimi menjelaskan, dalam tradisi Tumpeng Sewu terdapat sejumlah rangkaian ritual lain seperti mepe kasur atau menjemur kasur merah hitam milik warga.

Ritual itu dimaknai sebagai simbol membersihkan diri dan lingkungan sebelum pelaksanaan Tumpeng Sewu.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Ikhwan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.