KabarBaik.co – Upaya pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Kediri terus dikebut. Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri memperkuat langkah penemuan kasus baru melalui kegiatan Investigasi Kontak, bagian dari strategi nasional menuju eliminasi TBC tahun 2030 sebagaimana ditetapkan dalam program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Bambang Triyono mengungkapkan bahwa target penemuan kasus TBC tahun 2025 mencapai 3.795 kasus, namun hingga awal Oktober baru sekitar 60 persen yang berhasil ditemukan.
“Target kita memang tinggi. Karena itu, setiap kali ada kasus baru, tim langsung turun melakukan tracing atau investigasi kontak untuk memastikan tidak ada penyebaran lebih luas,” jelas dr. Bambang, Rabu (8/10).
Menurutnya, investigasi kontak dilakukan terhadap keluarga serumah dan kontak erat pasien positif TBC. Bila ditemukan gejala serupa, mereka segera diarahkan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan sesuai standar nasional.
“Yang sakit tentu harus segera diobati agar rantai penularan bisa benar-benar terputus,” tegasnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga aktif melakukan sosialisasi dan screening TBC di berbagai titik seperti sekolah, pondok pesantren, hingga lingkungan masyarakat umum. Langkah ini diharapkan tidak hanya mempercepat penemuan kasus, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga tentang bahaya TBC dan pentingnya pencegahan dini.
dr. Bambang turut menekankan pentingnya kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan.
“TBC bisa disembuhkan total, asal pasien disiplin minum obat selama enam bulan penuh. Kalau pasien sembuh, otomatis rantai penularan di keluarga dan masyarakat juga berhenti,” ujarnya.
Melalui strategi investigasi kontak, screening aktif, serta peningkatan edukasi masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berharap penanggulangan TBC berjalan semakin optimal dan mampu mendukung tercapainya target nasional eliminasi TBC tahun 2030. (*)








