KabarBaik.co- Jumlah korban bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) masih terus bertambah. Hingga Kamis (11/12), total korban meninggal sudah mencapai 971 jiwa. Ratusan korban masih hilang dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan data terbaru pada dashboard penanganan darurat BNPB, tercatat 971 jiwa meninggal dunia, 255 jiwa hilang, serta sekitar 5.000 jiwa terluka akibat rangkaian bencana yang terjadi sejak akhir November hingga pekan kedua Desember 2025.
Provinsi-provinsi terdampak di wilayah Sumatra bagian utara ini masih menghadapi tantangan besar, baik dari segi evakuasi maupun pemulihan infrastruktur. Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal tertinggi, yakni mencapai 183 jiwa. Lalu, disusul Aceh Tamiang dan Tapanuli Utara.
Di sisi lain, jumlah fasilitas yang mengalami kerusakan juga sangat besar. Data menunjukkan sekitar 1.200 rumah ibadah, 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, serta hampir 500 jembatan mengalami kerusakan ringan hingga berat. Sementara itu, total rumah rusak mencapai 157,9 ribu unit, menjadikan bencana ini salah satu yang terbesar dalam satu dekade terakhir.
BNPB mencatat sedikitnya 52 kabupaten/kota masuk kategori terdampak. Untuk kategori pengungsian, Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi, mencapai 252,6 ribu jiwa, disusul Gayo Lues dan Langkat.
Pemerintah pusat bersama tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan masih melakukan pencarian korban hilang serta menyalurkan bantuan logistik ke area yang masih terisolasi. Kondisi cuaca yang belum stabil diperkirakan masih akan menghambat proses penanganan dalam beberapa hari ke depan.
BNPB mengimbau masyarakat di area rawan agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama mengingat curah hujan diprediksi masih tinggi di beberapa wilayah Sumatra dalam pekan ini.
Sementara itu, di tengah kondisi kemanusiaan yang darurat ini, mari ikut berpartisipasi membantu para korban. Bantuan dapat disalurkan melalui lembaga resmi pemerintah, organisasi kemanusiaan terpercaya, maupun posko bantuan di tingkat daerah. Setiap dukungan, baik berupa dana, logistik, maupun tenaga relawan, akan sangat berarti bagi ribuan warga yang saat ini kehilangan rumah, anggota keluarga, serta akses hidup mereka.
Semangat gotong royong dan solidaritas nasional diharapkan menjadi kekuatan bagi warga Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk bangkit dari bencana besar ini. (*)







