KabarBaik.co- Sebulan sudah bencana banjir dan longsor melanda wilayah Sumatera bagian utara dan barat. Duka belum benar-benar surut. Data terbaru Dashboard Penanganan Darurat BNPB per 28 Desember 2025 mencatat, 1.138 orang meninggal dunia, 163 orang dinyatakan hilang.
Selain itu, hampir 450 ribu jiwa masih harus meninggalkan rumah mereka akibat bencana yang merusak 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bencana yang terjadi sejak akhir November itu meninggalkan luka mendalam. Tidak hanya berupa korban jiwa, melainkan juga kerusakan infrastruktur dan fasilitas publik dalam skala besar. BNPB mencatat, sebanyak 171.379 unit rumah rusak, dengan 53.058 rumah rusak berat, 74.578 rusak ringan, dan 43.743 rusak sedang.
Wilayah dengan jumlah korban meninggal tertinggi tercatat di Aceh Utara (212 jiwa), disusul Tapanuli Tengah (192 jiwa) dan Tapanuli Selatan (127 jiwa). Sementara itu, daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak berada di Aceh Utara, yang menampung 166,9 ribu pengungsi, diikuti Gayo Lues (33,8 ribu jiwa) dan Bireuen (20,3 ribu jiwa).
Tak hanya permukiman warga yang terdampak. Data BNPB juga menunjukkan 215 fasilitas kesehatan rusak, 3.188 fasilitas pendidikan terdampak, 806 rumah ibadah rusak, serta 97 jembatan dan 99 ruas jalan nasional dan daerah terputus atau mengalami kerusakan serius. Kondisi ini memperlambat distribusi bantuan dan memperberat proses pemulihan di sejumlah wilayah terisolasi.
Meski masa tanggap darurat telah berjalan lebih dari sebulan, ratusan ribu pengungsi masih bergantung pada bantuan logistik, sementara sebagian daerah mulai memasuki fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah pusat dan daerah terus mengupayakan percepatan penanganan, namun besarnya dampak membuat pemulihan diperkirakan berlangsung panjang. (*)






