Update Gempa NTT: 47 Orang Meninggal, Warga Masih Mencari Kerabat di Puing Reruntuhan

oleh -166 Dilihat
GEMPA NTT
Sejumlah barang bantuan yang akan dikirimkan BNPB melalui Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta pada Sabtu (15/8). (Foto BNPB)

KabarBaik.co, NTT- Pagi belum benar-benar ramai di sebuah sudut Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika suara isak dan doa terdengar dari halaman rumah yang sebagian bangunannya telah ambruk. Di antara puing-puing, seorang ibu tampak menggenggam erat foto anaknya.

Sejak gempa mengguncang wilayah utara Flores pada Sabtu (15/8) dini hari, tidak sedikit keluarga yang belum mendapatkan kabar tentang keberadaan anak atau anggota keluarganya. Mereka masih menunggu, meski harapan bercampur dengan kecemasan yang semakin berat.

Bagi keluarga-keluarga yang masih menunggu, angka korban dan jumlah bangunan yang rusak bukan sekadar statistik. Setiap angka menyimpan nama, wajah, dan cerita tentang seseorang yang hingga kini masih dicari.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah utara Flores pada Sabtu pukul 04.58 WIB itu menimbulkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah kabupaten di NTT.

Berdasarkan data sementara yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (15/8) pukul 18.48 WIB, sedikitnya 47 orang meninggal dunia.

Korban terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai, yakni 24 orang, disusul Manggarai Timur 17 orang. Sementara itu, korban meninggal juga tercatat di Sikka tiga orang, Manggarai Barat satu orang, Ngada satu orang, dan Ende satu orang.

Petugas gabungan masih melakukan evakuasi terhadap korban yang ditemukan, termasuk mereka yang mengalami luka-luka dan membutuhkan perawatan medis.

Di sejumlah titik, suasana duka berpadu dengan kesibukan tim pencarian dan pertolongan. TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat terus bergerak membersihkan reruntuhan serta mendata warga yang terdampak.

Data sementara BNPB hingga Sabtu pukul 17.00 WIB mencatat 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas publik. Sedikitnya 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya dilaporkan terdampak.

Namun, di tengah proses pendataan tersebut, pencarian orang yang belum ditemukan menjadi perhatian utama keluarga korban.

Gempa Susulan Membayangi

Gempa utama terjadi pada kedalaman sekitar 15 kilometer dengan pusat gempa berada di laut, sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar naik di busur belakang Flores atau Flores Back-Arc Thrust.

Tak lama setelah gempa utama, masyarakat pesisir juga sempat menghadapi ancaman tsunami. Peringatan dini tsunami dikeluarkan setelah gempa terjadi, sebelum akhirnya dicabut pada pukul 07.30 WIB.

Gelombang terdeteksi di sekitar 10 wilayah pesisir, dengan ketinggian tertinggi hampir satu meter di wilayah Maurole, Ende. Setelah dilakukan pemantauan, gelombang tersebut dinilai tidak lagi membahayakan.

Meski ancaman tsunami telah berakhir, warga masih harus menghadapi ancaman lain: gempa susulan.

BMKG mencatat lebih dari 235 gempa susulan hingga Sabtu sore, dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2. Aktivitas kegempaan masih terkonsentrasi di wilayah utara Flores dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga pekan untuk berangsur meluruh secara alami.

Karena itu, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan.

Bagi warga yang rumahnya telah roboh atau rusak berat, malam-malam berikutnya mungkin harus dilewati di tempat pengungsian atau lokasi yang dianggap lebih aman. Bagi keluarga yang masih kehilangan anggota keluarganya, ketidakpastian menjadi beban lain yang harus mereka hadapi.

Bantuan Mulai Bergerak

Di tengah kepanikan dan duka, bantuan untuk masyarakat terdampak mulai disalurkan.

BNPB mengerahkan bantuan pangan dan nonpangan melalui gudang logistik yang berada di Kabupaten Flores Timur. Dari Jakarta, bantuan juga dikirim melalui Baseops TNI AU Halim Perdanakusuma.

Total bantuan yang disiapkan mencapai 50 ribu paket dengan berat sekitar 275 ton. Hingga Sabtu, sebanyak 10.500 paket telah tiba di Baseops.

Bantuan itu diharapkan segera menjangkau warga yang kehilangan tempat tinggal, mereka yang mengungsi, serta masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah gempa.

Guncangan gempa juga dirasakan hingga Kabupaten dan Kota Bima di Nusa Tenggara Barat serta Kabupaten Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan.

Di Kabupaten dan Kota Bima, kondisi masyarakat secara umum dilaporkan kondusif. BPBD Kota Bima masih melakukan pendataan dan verifikasi kondisi di lapangan.

Sementara di Kepulauan Selayar, BPBD setempat mendirikan pos pengungsian di tiga titik, yakni Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

Menunggu Satu Kabar

Namun, di antara berbagai angka bantuan, jumlah rumah yang rusak, dan laporan aktivitas gempa susulan, ada satu hal yang paling ditunggu oleh keluarga korban. Yakni, kabar tentang orang yang mereka cintai.

Bagi seorang ibu yang masih menggenggam foto anaknya di tengah reruntuhan, pencarian bukan sekadar operasi kemanusiaan. Itu adalah penantian untuk mendapatkan kepastian.

Apakah anaknya masih hidup, atau apakah harus menerima kenyataan paling pahit dari bencana ini.

Karena itu, pencarian dan pendataan masih terus dilakukan. Data korban dan kerusakan juga bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.

Di Flores, ketika puing-puing mulai disingkirkan dan bantuan perlahan berdatangan, harapan masih dijaga. Warga berharap mereka yang masih tertimbun segera ditemukan. Mereka yang selamat segera mendapatkan tempat yang aman. Dan keluarga yang kehilangan, apa pun akhirnya, segera memperoleh kepastian.

Untuk sementara, doa dan solidaritas menjadi kekuatan yang menyatukan mereka di tengah reruntuhan.

Masyarakat diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, dan BPBD setempat serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini



No More Posts Available.

No more pages to load.