Urai Kepadatan Logistik, Pelindo dan ALFI Jatim Perkuat Digitalisasi Pelabuhan

oleh -144 Dilihat
Pelindo alfi jatim
Forum ini menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk mengurai tantangan di lapangan, sekaligus memberikan catatan positif atas berbagai perbaikan yang telah berjalan.

KabarBaik.co, Surabaya – Menjaga roda bisnis logistik tetap berputar efisien di tengah ketatnya persaingan global membutuhkan lebih dari sekadar kesiapan infrastruktur. Dibutuhkan perencanaan strategis yang matang, peningkatan standar keselamatan, serta yang tak kalah penting: kemauan untuk mendengarkan suara dari lapangan.

Menyadari hal tersebut, Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) bersama PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) dan PT Terminal Teluk Lamong (TTL) menggelar forum Coffee Morning bersama Dewan Pengurus Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur.

Lewat pendekatan Voice of Customers, forum ini menjadi ruang bagi para pelaku usaha untuk membagikan pengalaman mereka, mengurai tantangan di lapangan, sekaligus memberikan catatan positif atas berbagai perbaikan yang telah berjalan. Tujuannya satu: memperkuat komunikasi demi menciptakan sistem operasional pelabuhan yang terintegrasi, efisien, dan adaptif.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika A. Palupi, menegaskan bahwa pembenahan kualitas layanan di terminal petikemas tidak bisa dilakukan secara parsial. Sebagai bagian dari ekosistem yang kompleks, setiap elemen di pelabuhan saling mengikat.

“Pelabuhan adalah ekosistem besar yang melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, lonjakan kualitas layanan mutlak membutuhkan kolaborasi yang kuat antara operator, pengguna jasa, pelaku logistik, hingga perusahaan pelayaran,” ujar Erika, Jumat (22/5).

Salah satu topik hangat yang mengemuka dalam diskusi tersebut adalah isu kepadatan aktivitas terminal dan masa penumpukan kontainer (dwelling time), seiring berjalannya tren peningkatan arus barang.

Erika menjelaskan bahwa tantangan ini tidak melulu soal kapasitas fisik pelabuhan, melainkan bagaimana sistem di balik layar bekerja. Kedisiplinan seluruh pihak dalam mematuhi regulasi menjadi kunci utama untuk mengurai sumbatan operasional.

“Kepadatan di lapangan sangat dipengaruhi oleh kecepatan administrasi, sinkronisasi data, hingga efektivitas pelayanan digital. Kondisi ini menuntut kita semua untuk lebih responsif dan disiplin di lapangan,” tambahnya.

Bukan hanya soal teknis operasional, forum ini juga menyoroti pentingnya transformasi budaya kerja. Ekosistem pelabuhan didorong untuk lebih adaptif dan berorientasi pada pelayanan prima (service excellence) demi mendongkrak daya saing logistik nasional di kancah internasional.

Aspirasi positif pun mengalir dari para pelaku usaha. Perwakilan anggota DPW ALFI Jatim memanfaatkan momentum ini untuk memetakan kondisi riil di lapangan. Dari diskusi interaktif tersebut, lahir tiga poin penting yang disepakati bersama:

• Standardisasi Layanan: Menyelaraskan standar kualitas pelayanan di seluruh lini bongkar muat tanpa terkecuali.

• Optimalisasi Lapangan Penumpukan: Mengatur utilisasi area penumpukan secara efektif guna mencegah terjadinya efek leher botol (bottleneck).

• Konsistensi Sistem Digital: Menjamin keandalan sistem digital yang terintegrasi untuk memangkas birokrasi dan waktu tunggu kontainer.

Sebagai bentuk komitmen, pengelola terminal berjanji akan terus mengevaluasi proses operasional, mengoptimalkan fasilitas, dan memperkuat sistem digital agar pelayanan berjalan lebih cepat serta transparan.

Di sisi lain, DPW ALFI Jatim bersama para pengguna jasa siap mendukung kelancaran operasional ini. Mereka berkomitmen meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur, mematangkan perencanaan logistik, serta mempercepat proses administrasi. Sinergi solid ini membawa optimisme baru bagi terwujudnya pelabuhan yang kompetitif dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.