KabarBaik.co, Sidoarjo– Tembok pembatas di antara Perumahan Mutiara City dan Mutiara Regency telah dirobohkan. Warga Mutiara Regency yang tak terima saat itu mencoba melawan namun gagal, tembok tetap dirobohkan.
Namun perlawanan warga Mutiara City belum berakhir. Warga kini memasang pembatas darurat berupa seng di pagar perbatasan dengan Perumahan Mutiara City.
Pemasangan seng dilakukan atas inisiatif warga Mutiara Regency sebagai upaya menjaga keamanan lingkungan. Warga menilai terbukanya akses jalan secara tiba-tiba tanpa pengamanan yang jelas berpotensi menimbulkan kerawanan di kawasan perumahan.
Sekuriti Perumahan Mutiara Regency Saifudin mengatakan pembatas seng dipasang agar akses jalan tidak langsung terbuka sepenuhnya sebelum ada kejelasan kebijakan lanjutan dari pemerintah daerah.
“Seng ini dipasang sudah 2 hari usai dibongkarnya tembok pembatas ini dengan satpol PP dan waktu itu sempat ricuh saat eksekusi berlangsung warga memasang ini demi kenyamanan dan keamanan warga mutiara regency,” ujar Saifudin, Rabu (4/2).
Saifudin menjelaskan setelah tembok pembatas dirobohkan, warga bersama petugas keamanan melakukan penjagaan hingga larut malam. Kondisi tersebut mendorong pengelola perumahan untuk meningkatkan sistem pengamanan di area perbatasan.
“Warga sempat berjaga bersama satpam sampai malam. Sekarang penjagaan kami lakukan 24 jam penuh dengan sistem sif, khususnya di titik perbatasan,” jelasnya.
Sementara itu, Satpol PP Sidoarjo menyatakan belum mengambil tindakan terhadap pemasangan seng yang dilakukan warga. Pihaknya masih menunggu Suasana benar benar kondusif biar tidak ada gesekan seperti awal eksekusi dulu.
Plt Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Tibumtranmas) Satpol PP Sidoarjo Raden Novianto Koesno Adi Putro menegaskan bahwa untuk sementara pihaknya fokus menjaga situasi tetap kondusif.
“kami menghindari konflik seperti watu itu kami memilih kondisi aman terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan,” katanya.
Meski tembok pembatas telah dirobohkan, Satpol PP bersama aparat kepolisian tetap menyiagakan personel di lokasi guna mencegah potensi konflik dan menjaga keamanan lingkungan. (*)






