Viral Video Kekerasan Remaja Perempuan di Sidoarjo, Polisi Dalami Kasus

oleh -580 Dilihat
IMG 20241205 WA0052
Tangkapan layar kekerasan remaja perempuan. (Ist)

KabarBaik.co – Sebuah video yang menunjukkan aksi kekerasan fisik oleh sekelompok remaja perempuan terhadap remaja perempuan lainnya viral di media sosial Facebook dan Instagram. Peristiwa itu terjadi di sebuah gang kecil yang terletak di antara restoran mi dan warkop di Desa Bringinbendo, Kecamatan Taman, Sidoarjo.

Panit Reskrim Polsek Taman, Ipda Andri Sasongko, membenarkan kejadian yang terekam dalam video tersebut. Menurutnya, peristiwa itu berlangsung pada Sabtu (30/11) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.

“Benar terjadi, itu kejadian di video itu Sabtu (30/11) kemarin, malam sekitar pukul 20.00,” ungkap Andri saat dikonfirmasi pada Kamis (5/12).

Salah satu korban, yang merupakan warga Krian, telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Taman pada Kamis pagi. “Korban tadi datang jam 08.30 pagi mau melaporkan,” kata Andri.

Namun, laporan tersebut kemudian dialihkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Sidoarjo untuk penanganan lebih lanjut.

Dari data awal yang diterima Polsek Taman, diketahui ada tiga korban dalam kasus tersebut. Dua korban lainnya adalah warga Kecamatan Taman. Sementara itu, jumlah pelaku diduga mencapai tujuh orang, dengan salah satu di antaranya berasal dari Desa Trosobo. “Semuanya pelajar masihan,” tambah perwira dengan balok emas satu di pundaknya.

Dalam video yang beredar, tampak seorang remaja perempuan mengenakan pakaian hitam dan hijau dihajar oleh remaja perempuan lain yang memakai hijab dan jaket jeans. Korban tidak hanya dipukul, tetapi juga ditendang dan ditampar menggunakan sandal. Terlihat pula salah satu pelaku memukul korban sambil menghisap rokok.

Menurut warga sekitar, kelompok remaja tersebut sering terlihat nongkrong di warkop dekat lokasi kejadian. Penjaga warkop, Akbar, 26, menyebut bahwa baik pelaku maupun korban sering terlihat bersama. “Sering kesini nongkrong, gerombolan gitu,” ujarnya.

Akbar mengaku tidak mengetahui secara pasti kejadian malam itu karena warkop sedang ramai. Namun, ia sempat melihat gerombolan remaja tersebut keluar masuk warkop pada Sabtu malam. “Gelagatnya seperti menunggu anak lain di depan,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Khalim, pedagang gorengan yang biasa berjualan di dekat gang tersebut. Menurutnya, lokasi itu sering digunakan oleh remaja yang bolos sekolah atau sekadar nongkrong. “Kalau malam sepi, kebetulan saat itu memang ada gerombolan,” tuturnya. Khalim menambahkan bahwa salah satu pelaku masih terlihat di lokasi pada Rabu (4/12) sore.

Pihak kepolisian menyatakan akan mendalami kasus ini, termasuk mengidentifikasi pelaku utama dan motif di balik aksi kekerasan tersebut. Selain itu, para korban juga akan menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan. “Intinya sudah dilimpahkan di PPA dan akan divisum di sana,” pungkas Andri. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.