KabarBaik.co – Persebaya Surabaya mengecam aksi berbahaya yang dilakukan oleh pemain PSS Sleman Wahyudi Hamisi. Pemain yang identik dengan nomor punggung 33 itu terlihat seperti menendang bola namun kakinya malah terkena kepala gelandang Persebaya Bruno Moreira Soares.
Perbuatan barbar itu terjadi saat Persebaya menjamu PSS di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabata, Minggu (3/3/2024). Ketika itu, Wahyudi Hamisi berusaha merebut bola dari kaki pemain Persebaya Ripal Wahyudi.
Akibatnya, sempat terjadi keributan di lapangan pada menit ke-15. Sayangnya, untuk aksi seperti itu, wasit Ginanjar Rahman Latief hanya memberikan kartu kuning ke Wahyudi Hamisi.
“Persebaya menilai betapa membahayakan perbuatan Wahyudi Hamisi itu. Tindakan menendang bagian belakang kepala bisa menyebabkan traumatic brain injury, mengakibatkan cacat bahkan kematian,” demikian keterangan Persebaya di akun resmi Instagram @officialpersebaya seperti yang dikutip KabarBaik.co.
“Persebaya hari ini akan mengirimkan surat dan bukti-bukti ke PSSI terkait perilaku barbar Wahyudi Hamisi. Sepanjang pertandingan kemarin dia banyak melakukan tindakan yang harusnya mendapatkan kartu merah maupun kuning, namun wasit Ginanjar Rahman Latief abai,” lanjut keterangan tersebut.
Padahal, dalam Kode Disiplin PSSI, maupun Law 12 dalam Laws of The Game, violent conduct seperti itu hukumannya adalah kartu merah langsung. Lantas, di mana posisi wasit Ginanjar Rahman Latief saat kejadian? Pengadil lapangan asal Bandung itu berada dalam jarak yang sangat dekat tepat di depan Wahyudi Hamisi ketika menghajar kepala Bruno Moreira.
“Sepak bola olahraga keras, tanpa pemain barbar pun, risiko terburuk yaitu kematian selalu mengintai. Risiko itu akan berlipat ketika ada pemain seperti Hamisi. Padahal, seperti pesan Presiden RI @jokowi maupun Ketum PSSI @erickthohir , kita harus selalu ingat, sepak bola adalah hiburan, sportivitas. Bukan bencana atau kematian,” kecam pernyataan Persebaya.
Tindakan yang dilakukan Wahyudi Hamisi membuatnya dikecam pecinta sepak bola Indonesia. Ia jadi bulan-bulanan serangan netizen di media sosial. Instagram Wahyudi Hamisi diserang habis-habisan dengan komentar pedas netizen. Bahkan profil Wahyudi Hamisi di Wikipedia versi Indonesia diubah netizen dengan sebutan yang kejam.
Pasalnya, aksi tak pantas itu tak hanya sekali dilakukan oleh pemain berusia 26 tahun tersebut. Sebelumnya gelandang Persebaya Robertino Pugliara juga pernah patah kaki akibat ditekel keras Wahyudi Hamisi pada pertandingan Liga 1 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Akibatnya, Robertino Pugliara mengalami patah tulang fibula dan tidak merumput lagi hingga memutuskan pensiun pada 2019.
Namun pemain kelahiran Kotamobagu, Sulawesi Utara itu sudah melakukan permohonan maaf kepada Bruno Moreira lewat video yang diunggah di Instagram PSS pada Selasa (5/3/2024) pagi.







