KabarBaik.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mencatat capaian Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) sebesar 99,3 persen dan masuk kategori tinggi secara nasional. Capaian tersebut menegaskan komitmen kuat Pemkot Batu dalam mendorong digitalisasi tata kelola keuangan dan pelayanan publik.
Penegasan itu disampaikan Wali Kota Batu, Nurochman, dalam High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar di El Hotel Kartika, Kota Batu, sebagai bagian dari penguatan kebijakan keuangan daerah menjelang penyusunan APBD 2026.
Nurochman menegaskan bahwa digitalisasi pemerintahan harus dijalankan secara konsisten, menyeluruh, dan terintegrasi, bukan berjalan sendiri-sendiri di tiap perangkat daerah. “Digitalisasi tidak boleh parsial. Pelayanan publik berbasis digital harus terintegrasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Nurochman, Jumat (19/12).
Ia juga menekankan pentingnya perluasan transaksi non-tunai di seluruh sektor, termasuk parkir dan retribusi daerah. Menurutnya, kebijakan pembayaran non-tunai bukan hanya soal modernisasi sistem, tetapi juga langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi pelayanan, transparansi, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Capaian IETPD yang tinggi tersebut, lanjut Nurochman, merupakan hasil sinergi TP2DD bersama Bank Jatim dan seluruh perangkat daerah. “Elektronifikasi telah diterapkan pada berbagai sektor, mulai dari pasar rakyat, retribusi kebersihan, parkir pintar, hingga belanja pemerintah daerah secara elektronik,” urainya.
Dengan capaian IETPD 99,3 persen, Pemkot Batu menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat digitalisasi pemerintahan sebagai fondasi tata kelola yang efektif, transparan, dan akuntabel, sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi ke depan. (*)






