Wali Murid SMPN 16 Surabaya Keluhkan Menu MBG saat Ramadan: Seperti Memberi Makan Ayam

oleh -104 Dilihat
Menu MBG SMPN 16 pada hari Selasa (Ist)

KabarBaik.co, Surabaya – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan menjadi penunjang kesehatan siswa justru menuai kekecewaan mendalam bagi salah satu wali murid di SMPN 16 Surabaya. Menu yang disajikan dinilai jauh dari kata layak, bahkan ditemukan dalam kondisi basi.

Seorang wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan rasa syoknya saat melihat langsung isi paket MBG yang dibawa pulang anaknya selama masa puasa. Ia mengaku selama ini sang anak enggan menyentuh jatah makanan tersebut karena dianggap tidak layak makan.

“Saya sempat syok waktu anak saya bawa pulang menu hari Senin kemarin. Isinya jagung, telur satu, dan kacang polo. Waktu saya posting di status (media sosial), banyak yang komentar ini seperti memberi makan ayam,” ujarnya dengan nada kecewa, Kamis (26/2).

Kekecewaan tersebut semakin memuncak pada hari berikutnya. Sang anak melaporkan bahwa menu MBG hari Selasa berupa bubur yang sudah dalam kondisi basi saat diterima di siang hari.

“Anak saya bilang buburnya sudah dibuang karena baunya sudah tidak enak di siang hari. Padahal ini dibawa pulang untuk berbuka puasa. Bagaimana anak bisa sehat dan pintar kalau yang dimakan makanan basi,” lanjutnya.

Ia juga menyoroti cara pengemasan yang terkesan seadanya. Menurut pantauannya, paket makanan tersebut hanya dimasukkan ke dalam kantong plastik (kresek) yang dibawa siswa saat pulang sekolah.

Wali murid ini merasa ada ketimpangan kualitas jika dibandingkan dengan sekolah lain yang mendapatkan menu lebih variatif dan tahan lama, seperti susu, roti, telur, dan buah yang layak konsumsi hingga waktu berbuka.

“Ini kan dana rakyat, judulnya makanan bergizi. Tapi kalau kenyataannya seperti ini, miris sekali. Harusnya diberikan yang layak, yang bisa bertahan sampai Magrib,” tegasnya.

Meski merasa dirugikan, ia mengaku sempat ragu untuk bersuara karena khawatir akan berdampak pada nasib anaknya yang kini duduk di bangku kelas 3 SMP dan tengah bersiap menghadapi ujian. Ia juga melihat adanya kesan dari pihak sekolah untuk menerima apa adanya karena program ini bersifat gratis.

“Beberapa wali murid mungkin punya keluhan yang sama tapi tidak berani speak up. Saya berharap ada perubahan, bukan hanya untuk anak saya, tapi untuk ratusan murid lainnya. Jangan sampai maksud baik untuk mencerdaskan anak justru malah sebaliknya karena kualitas makanan yang buruk,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai standar menu dan pengawasan distribusi MBG di sekolah tersebut. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.