Warga Godong Jombang Gelar Upacara HUT RI Pakai Kostum Kebhinekaan

oleh -100 Dilihat
Anggota DPRD Jombang dari Fraksi Golkar, Andik Basuki Rahmat saat memberikan keterangan usai mengikuti upacara.(teguh)
Anggota DPRD Jombang dari Fraksi Golkar, Andik Basuki Rahmat saat memberikan keterangan usai mengikuti upacara.(teguh)

KabarBaik.co, Jombang — Suasana peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Desa Godong, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, berlangsung unik dan meriah, Senin (17/8).

Ratusan warga bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Godong menggelar upacara bendera di tengah jalan desa. Bukan dengan seragam formal, para peserta justru tampil mengenakan pakaian adat dan kostum kreasi yang menggambarkan keberagaman Indonesia.

Upacara tersebut digelar di ruas jalan desa yang sehari-hari menjadi sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masyarakat setempat.

Kegiatan ini menjadi yang pertama kali digelar di tingkat Desa Godong. Hampir 300 warga dari 28 Rukun Tetangga (RT) ikut ambil bagian dalam upacara tersebut.

Sejak pagi, warga telah berdatangan dengan mengenakan beragam pakaian adat. Masing-masing RT mengirimkan sekitar 10 perwakilan dengan kostum kebhinekaan yang berbeda-beda.

Anggota DPRD Jombang dari Fraksi Golkar, Andik Basuki Rahmat, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dia mengapresiasi antusiasme warga yang secara swadaya ikut menyemarakkan peringatan HUT ke-81 RI.

“Pagi hari ini kita sengaja memang mengadakan satu upacara bendera dalam rangka peringatan HUT RI ke-81 dengan mengusung tema ‘Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur’,” kata Andik seusai upacara.

Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak sekadar menjadi perayaan kemerdekaan. Lebih dari itu, upacara dengan nuansa kebhinekaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta tanah air dan memperkuat nasionalisme masyarakat.

“Ini semua adalah untuk memberikan satu rasa cinta tanah air agar warga kita semakin menyadari, semakin rasa nasionalismenya tumbuh dengan sendiri,” ujarnya.

Andik menilai, kuatnya rasa kebersamaan dan nasionalisme di tingkat masyarakat akan berdampak positif terhadap pembangunan desa.

“Sehingga kita juga akan terbantu dengan sendirinya untuk membangun desa ini. Mewujudkan rasa keadilan yang betul-betul merata dan rasa kesejahteraan yang dirasakan oleh semua masyarakat,” katanya.

Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan seluruh 28 RT di Desa Godong. Setiap lingkungan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti upacara sekaligus menampilkan kreativitas masing-masing.

“Alhamdulillah, ini pertama kali diadakan di Desa Godong dan antusiasmenya dari masyarakat luar biasa. Semua RT dari sejumlah 28 RT semuanya mengirimkan perwakilannya, masing-masing 10 orang perwakilan. Kalau kita kalikan ya hampir 300 orang yang ikut serta,” tutur Andik.

Tak hanya upacara, panitia juga menyiapkan penilaian kostum kebhinekaan terbaik. Nantinya akan dipilih lima RT dengan penampilan terbaik.

Hasil penilaian tersebut akan diumumkan dalam rangkaian kegiatan Agustusan berupa pengajian akbar di Desa Godong pada 28 Agustus mendatang.

Meski berlangsung di tengah jalan desa, seluruh rangkaian upacara berjalan khidmat. Warga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi tradisi tahunan sekaligus menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan antarwarga.

“Memang ada penilaian di masing-masing RT. Sengaja kami sampaikan nanti akan kami nilai lima terbaik dan akan kami umumkan nanti pada saat di akhir kegiatan Agustusan pada pengajian akbar di Desa Godong tanggal 28 mendatang,” pungkas Andik.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.