KabarBaik.co— Ribuan warga, santri, dan peziarah dari berbagai daerah dipastikan memadati Ritual Tujuh Sumber di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember yang bertema Menyatukan Spirit Alam dan Manusia di Lereng Argopuro.
Kegiatan adat tahunan ini digelar setiap bulan Oktober yang menjadi wujud nyata pelestarian tradisi dan nilai-nilai spiritual masyarakat.
Ritual Tujuh Sumber yang berpusat di Desa Kemuningsari Lor secara simbolis menyatukan tujuh mata air keramat yang diyakini melambangkan tujuh sifat dasar manusia.
Puncak acara ditandai dengan prosesi sakral Tilik Sumber dan Penyatuan Tujuh Sumber.
Air dari ketujuh mata air yang diambil dari berbagai lokasi di Kecamatan Panti tersebut kemudian disatukan dalam satu kendi besar. Prosesi penyatuan ini menjadi simbol kuat dari persatuan dan kesejahteraan bersama bagi seluruh masyarakat Panti.
Kepala Desa Kemuningsari Lor Abdul Waqik menyampaikan pesan utama acara ini. Ya mengatakan bahwa ritual Tujuh Sumber adalah wujud rasa syukur kepada alam.
“Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga penekanan pada nilai-nilai keseimbangan, kebersamaan, dan spiritualitas yang harus terus kita jaga,” kata Abdul, Sabtu (18/10).
Ia menyebut, salah satu lokasi paling bersejarah dalam kegiatan ini adalah Balong Keramat di Desa Kemuningsari Lor.
“Tempat ini sebagai pusat spiritual dan memiliki sejarah erat dengan penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Kiai Muhammad Nur di masa lampau,” ujarnya.
“Kehadiran ribuan warga dan peziarah menegaskan betapa kuatnya ikatan spiritual dan sejarah yang dipegang teguh oleh masyarakat Panti,” tutupnya.
Kegiatan berjalan lancar dan khidmat, menegaskan komitmen masyarakat Kecamatan Panti untuk melestarikan warisan budaya leluhur mereka, sekaligus menanamkan rasa syukur dan persatuan melalui kearifan lokal. (*)






