Warga Jombang Ini Raup Cuan Jutaan Rupiah dari Budi Daya Indigofera

oleh -456 Dilihat
WhatsApp Image 2025 12 06 at 11.51.10 AM scaled
Ahmad Kinun usai memanen tanaman indigofera dari kebunnya (Teguh Setiawan)

KabarBaik.co – Siapa sangka tanaman indigofera yang kerap dianggap sebagai tanaman liar justru bisa menjadi ladang cuan bagi Ahmad Kinun. Warga Desa/Kecamatan Bareng, Jombang, tersebut berhasil memanfaatkan tanaman ini sebagai sumber penghasilan dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

Kinun membudidayakan sekitar 150 tanaman indigofera di lahan belakang rumahnya. Setiap hari, ia merawat sekaligus memanen daun tanaman yang dikenal sebagai pakan ternak berkualitas tinggi itu. Dari panen harian, ia bisa mengumpulkan 2–3 kilogram daun indigofera.

“Daun indigofera banyak dimanfaatkan sebagai pakan berkualitas untuk kambing, sapi, kelinci, sampai ayam,” kata Kinun saat ditemui di kebunnya, Sabtu (6/11).

Usai dipetik, daun-daun tersebut dijemur hingga benar-benar kering lalu dikemas. Produk itu ia pasarkan secara online, termasuk lewat e-commerce seperti Shopee. Harganya mencapai Rp 45 ribu per kilogram.

Tak hanya dibeli warga sekitar, pesanan daun indigofera milik Kinun juga datang dari Mojokerto, Surabaya, hingga beberapa daerah lain.

Menariknya, usaha ini bermula secara tak sengaja. Awalnya, Kinun hanya menanam indigofera untuk pakan kelinci miliknya yang digunakan untuk konten.

“Ternyata banyak yang nanyain dan cari. Akhirnya saya perbanyak tanamannya dan produksi lebih banyak,” ujarnya.

Dari usaha sederhana itu, Kinun kini mampu meraup keuntungan Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Selain daun kering, ia juga menjual bibit indigofera seharga Rp 15 ribu per tangkai.

“Awalnya cuma buat pakan kelinci, eh malah jadi usaha. Ya saya tekuni sampai sekarang,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.