KabarBaik.co — Mantan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Sabtu (6/12) siang. Ia tiba sekitar pukul 11.30 WIB bersama KH Amin Said Husni dan sejumlah jajaran PBNU lainnya.
Setibanya di kompleks pesantren, rombongan langsung menuju pesarean masayikh Tebuireng. Gus Yahya berziarah ke makam Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta berdoa di pusara pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
Usai berziarah, rombongan bergerak menuju Ndalem Kesepuhan Tebuireng untuk memenuhi undangan para sesepuh pesantren. Hingga sekitar pukul 12.30 WIB, Rais Aam PBNU yang dijadwalkan hadir belum tampak di lokasi.
Kepada wartawan, Gus Yahya menegaskan bahwa kedatangannya merupakan bentuk penghormatan kepada para kiai sepuh yang memintanya hadir.
“Saya dipanggil para bini sepuh, para kiai sepuh. Saya datang. Apa pun yang diminta, saya siap. Apa pun yang ditanyakan, saya siap menjawab,” ujarnya saat ditemui usai ziarah.
Ia menyampaikan telah membawa berbagai dokumen yang mungkin dibutuhkan dalam pertemuan tersebut.
“Semua penjelasan, semua dokumen sudah kami siapkan dalam satu tas penuh. Jika diminta menunjukkan, semuanya telah tersedia,” kata Gus Yahya.
Gus Yahya berharap kunjungannya ke Tebuireng dapat menjadi langkah awal untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang tengah berkembang di lingkungan NU.
Saat ditanya mengenai kemungkinan perubahan agenda apabila Rais Aam tak kunjung hadir, Gus Yahya menyerahkan sepenuhnya kepada para sesepuh pesantren.
“Ya monggo, terserah para bini sepuh dan kiai sepuh,” ujarnya.
Pertemuan silaturahmi ini juga dihadiri sejumlah ulama, di antaranya KH Anwar Manshur (Pengasuh Ponpes Lirboyo), KH Said Aqil Siroj (mantan Ketua Umum PBNU periode 2010–2021), Muhammad Nuh (Rais Syuriyah PBNU 2022–2027), serta KH Nurul Huda Djazuli (Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso, Kediri). (*)






