KabarBaik.co – Warga negara Malaysia turut menjadi korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Rabu (2/6) malam. Dia adalah Fauzey Bin Awang. Keberadannya hingga kini masih belum diketahui.
Fauzey selama ini kerap bolak-balik Banyuwangi Malaysia. Ia memiliki istri bernama Yatini, beralamat di Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran.
Saat ini Yatini istri Fauzey berada di Pelabuhan Ketapang menanti kabar dari suaminya itu. Ia pun berharap suaminya itu dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
“Saya berdoa semoga suami saya ditemukan selamat,” kata Yatini dengan tangis.
Yatini bercerita bila suaminya menyeberang ke Bali dengan tujuan Bandara Ngurah Rai. Suaminya hendak kembali ke Malaysia untuk bekerja menjadi security di sana.
“Seharusnya hari ini dia terbang ke Malaysia Tapi mendengar kabar ada kapal tenggelam tadi saya konfirmasi ke travel yang ditumpangi ternyata suami ada disitu,” ujarnya.
Yatini yang datang bersama saudara perempuannya Sumiarni sangat sedih karena hingga sore hari, sang suami belum dapat dievakuasi.
“Tadi sudah datang ke bagian pelayanan evakuasi, tapi nama suami saya belum ada. Sampai sekarang belum ada evakuasi,” jelasnya.
Yatini mengungkapkan, sebelum kejadian kapal yang ditumpangi suaminya tenggelam, Fauzey sempat mengirimkan pesan singkat kepada istri untuk berpamitan.
“Pukul 19.17 terakhir dia kirim pesan. Sempat ada telepon cuman hanya mengabari saja kalau lagi di travel. Wakti di kapal tidak ada lagi komunikasi,” jelasnya.
Yatini berharap, meski harapannya sangat kecil, pihaknya berharap sang suami dapat segera ditemukan.
“Saya sangat berharap semoga pihak terkait dapat membantu menemukan suami saya,” pungkasnya.(*)








