Warga Mojowarno Jombang Protes Jalan Rusak dengan Tanami Pohon Pisang dan Singkong

oleh -159 Dilihat
WhatsApp Image 2026 01 31 at 9.18.08 AM
Jalan rusak yang viral di Mojowarno Jombang (istimewa)

KabarBaik.Co, Jombang — Warga Desa/Kecamatan Mojowarno, Jombang, meluapkan kekecewaan atas kondisi jalan rusak dengan cara tak biasa. Mereka menanami badan jalan menggunakan pohon pisang dan singkong. Aksi tersebut viral setelah videonya beredar luas di media sosial.

Jalan yang ditanami warga merupakan akses utama menuju Makam Mojowarno 2. Kondisinya dilaporkan rusak cukup parah dan telah berlangsung lama.

Panjang jalan sekitar 600 meter dengan lebar kurang lebih 3,5 meter. Saat musim hujan, jalan tersebut semakin sulit dilalui dan kerap membahayakan pengguna jalan.

Ketua RT 3 RW 2 Mojowarno 2, Eko Supriyanto, membenarkan aksi tersebut dilakukan oleh warga setempat sebagai bentuk protes sekaligus harapan agar jalan segera diperbaiki.

“Jalan itu akses penting menuju makam. Keluhan warga sudah lama disampaikan, baru sekarang ada respons setelah viral,” kata Eko, dalam keterangannya, Sabtu (31/1).

Ia menjelaskan kerusakan jalan sudah dikeluhkan warga sekitar dua tahun terakhir. Meski telah ada rencana perbaikan dari pemerintah desa, kondisi jalan yang terus memburuk membuat warga akhirnya memilih melakukan aksi spontan.

“Informasinya masih tahap perencanaan. Tapi karena kondisi makin parah, warga merasa kesabarannya habis,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mojowarno Tatag Yudianto membenarkan bahwa ruas jalan yang viral tersebut merupakan jalan lingkungan desa. Menurutnya, kerusakan terjadi karena jalan sering dilintasi kendaraan berat pengangkut hasil pertanian.

“Konstruksi jalan desa memang tidak dirancang untuk kendaraan berat. Kalau sering dilalui, wajar cepat rusak,” jelas Tatag.

Ia menambahkan perbaikan jalan tersebut sebenarnya sudah masuk dalam program pembangunan desa tahun 2026 melalui Program Desa Mantra.

“Perbaikannya sudah direncanakan tahun ini. Keluhan masyarakat tetap menjadi perhatian kami,” katanya.

Meski memahami kekecewaan warga, Tatag berharap penyampaian aspirasi dapat dilakukan melalui forum resmi desa yang telah tersedia.

“Persoalan ini sebenarnya sudah dibahas dalam musyawarah desa dan perencanaan pembangunan. Aspirasi bisa disampaikan melalui jalur itu,” ujarnya.

Tatag juga menegaskan bahwa pemerintah desa memiliki keterbatasan anggaran sehingga pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap.

“Kami berupaya menyelesaikan berbagai kebutuhan warga sesuai prioritas dan kemampuan anggaran yang ada,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.