Wisata Dongkrak Ekonomi Sumenep, Kunjungan Meningkat 573 Persen dalam 3 Tahun Terakhir

oleh -237 Dilihat
sumenep
Foto Antara

KabarBaik.co- Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyebut kunjungan wisata mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah kabupaten yang dipimpinnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim mencatat selama tiga tahun berturut-turut pertumbuhan ekonomi di Sumenep meningkat cukup signifikan.

Pada tahun pertama kepemimpinan Bupati Fauzi di tahun 2021, ekonomi Sumenep tumbuh 2,61 persen year on year (YoY) dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang cukup signifikan juga terjadi pada tahun 2022, yakni mencapai 3,11 persen.

Loncatan pertumbuhan ekonomi terjadi pada tahun 2023 sebesar 5,35 persen YoY.  “Salah satunya karena faktor kunjungan wisatawan yang meningkat pesat,” kata Fauzi, kepada wartawan saat menghadiri Halal Bihalal di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada 18 April dikutip dari Antara.

Tercatat pada tahun 2021 angka kunjungan wisata di Kabupaten Sumenep mencapai 248.158 orang.  Pada tahun 2022 meningkat menjadi 1.057.455 orang. Kemudian pada tahun 2023 semakin meningkat menjadi 1.398.922 pada tahun 2023. “Pada saat wisatawan banyak datang ke Sumenep maka secara tidak langsung UMKM akan tumbuh pesat,” ujarnya.

Cak Fauzi, sapaan akrabnya, menandaskan pertumbuhan ekonomi di Sumenep juga disumbang beberapa sektor lain, seperti perikanan dan pertanian. Menurutnya, beberapa komoditas andalan di Sumenep, seperti lombok, tembakau, dan rumput laut yang sukses menembus pasar ekspor.

“Realisasi investasi di Sumenep juga meningkat tajam dari Rp956 miliar di tahun 2021 menjadi Rp1,78 triliun pada 2022. Bahkan di tahun 2023 realisasi investasi tembus Rp2,1 triliun,” katanya.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Lilis Dewi


No More Posts Available.

No more pages to load.