KabarBaik,Co, Kota Mojokerto — Kota Mojokerto kembali menambah pilihan destinasi wisata bagi warganya. Kali ini, wisata susur Sungai Ngotok resmi diperkenalkan di kawasan Taman Bahari Mojopahit (TBM) dengan menawarkan pengalaman menyusuri sungai sambil menikmati suasana alam dari atas perahu.
Wahana wisata baru tersebut diperkenalkan melalui soft launching oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Peluncuran dilakukan bertepatan dengan kegiatan kerja bakti massal dan penanaman pohon dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Hari Sejuta Pohon.
Wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu mengatakan wisata susur Sungai Ngotok merupakan bagian dari pengembangan TBM sebagai kawasan wisata terpadu di Kota Mojokerto.
“Taman Bahari Mojopahit ini memiliki salah satu wahana wisata berupa susur Sungai Ngotok. Hari ini kita lakukan uji coba karena seluruh kelayakan operasional sudah dipersiapkan, mulai dari operator yang bersertifikat, izin operasional, hingga sarana dan prasarana pendukung,” kata Ning Ita, Rabu (4/2).
Dalam wisata ini, pengunjung dapat memilih tiga jenis wahana untuk menyusuri aliran Sungai Ngotok, yaitu perahu tradisional, speedboat, dan jetski. Untuk tarif, wahana jetski dipatok Rp 200.000, sedangkan speedboat dikenakan biaya Rp 80.000.
Sementara itu, perahu tradisional dibanderol Rp 20.000. Namun, selama masa uji coba pada Januari hingga Maret 2026, tarifnya diberlakukan harga khusus sebesar Rp 10.000 untuk satu kali perjalanan pulang-pergi.
Rute yang ditempuh sepanjang sekitar 5 kilometer, mulai dari Kali Ngotok menuju Sungai Brantas, lalu kembali ke kawasan TBM.
Menurut Ning Ita, kehadiran wisata susur sungai ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem pariwisata di kawasan TBM. Apalagi, kawasan tersebut sebelumnya juga telah disiapkan sebagai lokasi wisata petik jeruk yang akan dibuka saat musim panen tiba.
“Nanti kalau jeruknya sudah mulai panen, wisatawan bisa sekaligus menikmati wisata petik jeruk di pinggir Kali Ngotok,” ujarnya.
Pemkot Mojokerto berharap hadirnya wisata susur Sungai Ngotok dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Taman Bahari Mojopahit. (*)






