KabarBaik.co, Malang – Libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan peringatan Kenaikan Isa Almasih dan cuti bersama menjadi berkah bagi sektor pariwisata di Kota Malang. Salah satu destinasi yang paling ramai diserbu wisatawan adalah kawasan Kayutangan Heritage.
Lonjakan kunjungan wisatawan terlihat signifikan sejak Kamis (14/5) hingga Minggu (17/5). Dalam sehari, jumlah pengunjung kawasan heritage di jantung Kota Malang itu bisa mencapai sekitar 4.000 orang. Angka tersebut meningkat tajam dibanding akhir pekan biasa yang rata-rata berada di kisaran 2.000 hingga 2.500 wisatawan per hari.
Sementara pada hari kerja, jumlah kunjungan biasanya sekitar 1.000 orang. Salah seorang wisatawan asal Surabaya, Dinda Maharani, mengaku sengaja memilih berlibur ke Kayutangan Heritage karena suasananya berbeda dibanding destinasi lain di Malang.
“Di sini itu nyaman, banyak spot foto dan suasana bangunan lamanya terasa banget. Malam hari juga estetik. Cocok buat liburan keluarga atau teman-teman,” ujarnya, Minggu (17/5).
Menurut Dinda, kawasan Kayutangan Heritage tidak hanya menawarkan wisata kuliner, tetapi juga pengalaman menikmati suasana kota lama yang sarat sejarah. “Yang menarik itu bukan cuma makanannya. Kita bisa jalan-jalan sambil lihat bangunan tua dan tahu sejarahnya. Jadi pulang liburan juga dapat cerita,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan wisatawan asal Yogyakarta, Rafi Pratama. Ia menilai pengelolaan kawasan wisata Kayutangan Heritage semakin baik dan tertata. “Sekarang lebih rapi dan bersih. Banyak petugas yang membantu wisatawan juga. Saya sudah dua kali ke sini dan suasananya makin hidup,” terang dia, Senin (18/5).
Namun demikian, Rafi berharap persoalan parkir kendaraan di kawasan tersebut bisa segera dibenahi, terutama untuk kendaraan roda empat. “Kalau parkir mobil masih agak semrawut di beberapa titik. Kadang bikin macet juga. Semoga ada solusi parkir khusus supaya kawasan ini lebih nyaman,” tambahnya.
Sementara itu, Pokdarwis Kayutangan Heritage mencatat lonjakan kunjungan selama long weekend menjadi sinyal positif bagi perkembangan wisata heritage di Kota Malang. Pengelola menerapkan sistem masuk menggunakan suvenir kartu pos, yakni Rp 5 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp 10 ribu bagi wisatawan mancanegara.
Jumlah kunjungan dihitung mulai jam operasional pukul 07.00 hingga 20.00 WIB. Dalam tiga hari pertama long weekend saja, total kunjungan wisatawan disebut telah menyentuh angka sekitar 12 ribu orang.
Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, sebelumnya juga menyebut meningkatnya kunjungan wisatawan berdampak positif terhadap tingkat hunian hotel di Kota Malang. Bahkan sejumlah hotel mencatat okupansi hingga 90 sampai 100 persen selama libur panjang berlangsung.
Meningkatnya animo wisatawan ini dinilai menjadi bukti bahwa kawasan Kayutangan Heritage mulai menemukan identitasnya sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya unggulan di Kota Malang. (*)








