KabarBaik.co, Surabaya – Memperingati Hari Kanker Sedunia 2026 atau World Cancer Day, Adi Husada Cancer Center (AHCC) mengajak masyarakat Surabaya memperkuat komitmen hidup sehat melalui kampanye bertajuk We Cancervive: Empowering You.
Kegiatan yang digelar di halaman Disway News House Surabaya ini menjadi ruang kolaborasi antara tenaga medis, media, dan masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker.
Dalam kegiatan tersebut, AHCC juga menggandeng Picaso Hospital, rumah sakit kanker di Kuala Lumpur, sebagai bentuk sinergisitas layanan medis lintas negara.
Mengusung semangat We Cancervive, AHCC ingin mengubah cara pandang terhadap kanker. Kata We menegaskan kekuatan kebersamaan antara pasien, keluarga, tenaga kesehatan, dan komunitas.
Sementara Cancervive—gabungan dari cancer dan survive—menjadi pesan optimisme bahwa kanker bukan akhir dari segalanya, melainkan tantangan yang dapat dihadapi dengan pengetahuan, dukungan, dan penanganan yang tepat.
Rangkaian acara diawali pukul 05.30 WIB dengan Senam Sehat Dahlan Iskan yang diikuti ratusan peserta. Aktivitas ini menjadi simbol perlawanan terhadap gaya hidup sedenter atau minim aktivitas fisik, yang dikenal sebagai salah satu faktor risiko kanker.
Secara global, sekitar 38 persen kasus kanker baru dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Melalui gerakan sederhana seperti rutin berolahraga, AHCC ingin menegaskan bahwa pencegahan dimulai dari langkah kecil dalam keseharian.
Kegiatan dilanjutkan dengan interactive talkshow bertema Stand Together, Facing Cancer | Bersama Hadapi Kanker. Hadir sebagai narasumber, dr. Prayudi Tetanto, Sp.P, FCCP, FISR, spesialis paru dari AHCC, yang menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap kanker paru, terutama pada perempuan.
Menurut dr. Prayudi, masih banyak anggapan bahwa kanker paru hanya menyerang perokok berat. Padahal, perempuan juga berisiko tinggi akibat paparan asap rokok sebagai perokok pasif, polusi udara, hingga asap dari aktivitas memasak di dapur.
“Batuk lebih dari dua minggu jangan dianggap sepele. Jika ada keluhan napas yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan. Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan terapi,” ujarnya, Jumat (13/2).
Pesan tersebut sejalan dengan kampanye global World Cancer Day 2026 bertema United by Unique, yang menekankan bahwa setiap pasien memiliki perjalanan dan kebutuhan penanganan yang berbeda.
Pendekatan people-centred care atau layanan berpusat pada pasien menjadi kunci, termasuk terapi yang kini semakin personal menyesuaikan kondisi genetik dan fisik masing-masing individu.
General Manager AHCC, dr. Silvia Haniwijaya Tjokro, M.Kes, menegaskan bahwa kemajuan teknologi medis harus dibarengi sentuhan kemanusiaan.
“Di balik setiap diagnosis, ada pribadi dengan cerita dan perjuangan yang unik. Kami ingin memastikan akses kesehatan yang adil sekaligus menghadirkan perawatan yang hangat dan berempati,” ujarnya.
Sementara itu, Marketing Manager AHCC, Virgie Keen, menambahkan bahwa kolaborasi ini menjadi pengingat bahwa pencegahan kanker dimulai dari kebiasaan sehari-hari.
“Dengan gaya hidup aktif dan deteksi dini yang tepat, peluang kesembuhan serta kualitas hidup pasien dapat meningkat secara signifikan,” katanya.






