Kabarbaik.co Nganjuk – Pemandangan menyegarkan terpampang di setiap sudut pasar Wage Nganjuk. Berbagai komoditas pangan hasil bumi petani lokal kini mendominasi dagangan, membawa angin segar bagi ketahanan pangan daerah sekaligus menjamin kualitas konsumsi bagi seluruh warga.
“Sayurnya lebih awet dan terlihat segar karena memang diambil langsung dari sawah petani kita sendiri. Pembeli pun lebih senang karena tahu ini produk asli Nganjuk,” ujar Siti Aminah, 50, pedagang sayur asal Loceret yang berjualan di Pasar Wage Nganjuk, Minggu (22/2)
Baik di Pasar Wage baru maupun lama (Utara taman nyawiji bagian belakang) tersaji beragam jenis sayuran hijau dan palawija dengan kualitas yang sangat baik. Sayuran seperti daun singkong, kacang panjang, hingga labu siam tampil dengan warna cerah dan tekstur renyah merupakan ciri khas hasil panen yang baru saja dipetik dari kebun petani lokal.
Selain sayur mayur, produk olahan protein nabati seperti tempe buatan perajin lokal juga menjadi primadona karena rasa yang lebih otentik.
“Saya suka banget belanja di pasar tradisional. Selain harganya lebih murah, sayur mayurnya masih sangat segar dan banyak pilihan,” ujar Harty, 53, pembeli asal Ploso yang menjadi pelanggan tetap di lapak Siti Aminah.
Dominasi produk lokal ini bukan hanya karena ketersediaan yang melimpah, tetapi juga sebagai bukti nyata kuatnya rantai pasok pangan di Nganjuk. Dengan mengambil pasokan langsung dari petani sekitar, para pedagang mendapatkan keuntungan ganda.
Kualitas produk tetap terjaga karena waktu tempuh yang singkat dari lahan ke pasar, sehingga nutrisi sayuran tetap utuh tanpa perlu bahan pengawet tambahan.
Selain itu, ketergantungan terhadap pasokan luar daerah juga berkurang secara signifikan, membuat harga cenderung lebih stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Setiap transaksi yang terjadi juga secara langsung memperkuat ekonomi para petani di desa-desa sepanjang wilayah Nganjuk.
Fenomena ini membuktikan bahwa Nganjuk memiliki potensi besar dalam mewujudkan kemandirian pangan. Dengan mengonsumsi produk lokal, warga tidak hanya mendapatkan makanan yang lebih sehat dan berkualitas, tetapi juga turut berperan aktif menjaga nafas ekonomi petani lokal agar tetap berdaya dan berkembang di tanah sendiri. (*)






