Zian Fahrezi, Qori Cilik Asal Bima yang Taklukkan Panggung Dunia

oleh -245 Dilihat
Muhammad Zian Fahrezi, sang qori cilik asal Bima, NTB. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Bima – Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Monggonao, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, suara lantunan ayat suci itu tumbuh sejak dini. Dari ruang keluarga yang hangat, seorang bocah kecil belajar mengeja huruf demi huruf Alquran. Namanya Muhammad Zian Fahrezi.

Lahir di Mataram, 2 November 2016, Zian bukan sekadar anak yang pandai membaca Alquran. Ia adalah mata rantai dari generasi penghafal Quran di keluarganya.

Sang ayah, Ahmad Azka Fuad, seorang ASN. Ibundanya, Ruwaidah, seorang wiraswasta. Keduanya bukan hanya orang tua, tapi juga guru pertama dan pembimbing utama.

“Belajar bacanya sejak usia 4 tahun. Guru pertamanya bundanya,” kenang sang ayah.

Di rumah itulah proses itu dimulai. Tanpa gemerlap panggung, tanpa sorak-sorai penonton. Hanya ayah dan bunda, yang sabar membimbing, menyempurnakan makhorijul huruf, memperbaiki panjang pendek bacaan.

Hingga hari ini pun, proses itu belum berhenti. Zian masih terus menyempurnakan tilawahnya.

Zian memang lahir dari keluarga tahfidz. Ayahnya dan para paman hafal 30 juz Alquran.

Keluarga mereka juga memiliki Pondok Pesantren Al Husaini di Kota Bima. Jejak prestasi bahkan menembus lintas generasi.

Kakeknya pernah meraih juara 1 internasional di Mekkah. Buyutnya, Haji Abu Bakar Husain, juga juara internasional. Tradisi Musabaqah Tilawatil Quran bukan hal baru di keluarga ini.

Ia seperti warisan yang dijaga, bukan sekadar untuk prestasi, tapi untuk cinta kepada Kalamullah.

Yang membuat kisah Zian semakin istimewa, ia belum pernah mengikuti lomba dari level kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, apalagi nasional. Langkah pertamanya langsung ke panggung dunia.

Kompetisi internasional pertama yang diikutinya adalah di Aljazair. Saat itu, ia hanya sampai semifinal. “Waktu itu nafasnya masih pendek banget,” ujar ayahnya jujur kepada KabarBaik.co.

Namun kegagalan itu bukan akhir. Itu menjadi pelajaran bagi Zian Fahrezi sang qori cilik.

Tahun 2026 di Irak, Zian kembali berdiri di atas panggung. Dengan persiapan satu bulan penuh sebelum keberangkatan pola makan dijaga ketat, minum teratur, olahraga rutin, latihan intensif bersama ayahnya, ia tampil lebih matang. Hasilnya, juara 1 internasional.

Menariknya, pesaing yang dulu juara 1 di Aljazair justru hanya sampai semifinal. Zian membalas kegagalannya dengan kemenangan.

Meski usianya masih sangat belia, mental Zian terbilang kuat. Ia sering tampil dan diundang dalam berbagai kegiatan keagamaan. Bahkan pernah diundang menjadi narasumber di sebuah televisi swasta di Iran saat Ramadan.

Sang ayah menururkan karakter Zian sederhana. Kadang pemalu, tapi mudah bergaul saat bertemu peserta dari berbagai negara.

Meski terkendala bahasa, ia mampu beradaptasi. Di sela-sela mengaji, ia tetap seperti anak-anak pada umumnya. Zian hobi bermain bola.

Sosok yang menginspirasi dirinya adalah sang kakek, lalu Syekh Musthofa Ismail dari Mesir, Ustaz Darwin Hasibuan, dan Ustaz Syamsuri Firdaus.

Dukungan keluarga begitu penuh. Dari kakek hingga orang tua, semua aktif dalam dunia MTQ. Pemerintah daerah pun memberi support.

Ke depan, sang ayah berencana membawa Zian ke Lombok untuk menyelesaikan hafalan 30 juznya. Sebuah langkah lanjutan untuk menguatkan fondasi ilmunya.

Namun di balik suara merdu dan prestasi internasional itu, Zian punya mimpi sederhana. Ia ingin menjadi dokter.

“Dia mau menjadi dokter insya Allah. Mudah-mudahan bisa tercapai. Kayaknya keren kalau dokternya juga bisa tilawah,” harap ayahnya.

Lebih dari Sekadar Juara
Kisah Zian bukan hanya tentang trofi dan panggung internasional. Ia adalah cerita tentang didikan keluarga, tentang tradisi yang dirawat, tentang doa yang tak pernah putus.

Di usia yang masih sangat muda, ia sudah membuktikan bahwa batas bukan soal umur, melainkan soal pembinaan dan keyakinan.

Harapan keluarganya sederhana: semoga semakin banyak anak-anak terinspirasi untuk belajar membaca Alquran dan mencintai seni tilawah.

Dari Monggonao, dari ruang belajar kecil di rumahnya, suara itu kini menggema hingga mancanegara.

Dan perjalanan Zian, sang qori cilik internasional, baru saja dimulai.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.