1.360 RW Se-Surabaya Bersaing di Lomba Kampung Pancasila, Penilaian Tak Sekadar Lingkungan

oleh -101 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 18 at 6.25.18 PM
Ketua Satgas Kampung Pancasila sekaligus Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto (Istimewa)

KabarBaik.co, Surabaya — Sebanyak 1.360 RW yang tersebar di 153 kelurahan se-Kota Surabaya akan turun bersaing dalam Lomba Kampung Pancasila yang digelar Pemkot Surabaya. Kompetisi ini akan berlangsung selama empat bulan, mulai dari peluncuran pada September hingga puncak penilaian pada Desember 2026.

Berbeda dengan lomba lingkungan pada umumnya, penilaian Kampung Pancasila tidak hanya melihat kebersihan dan kerapian. Kompetisi ini mengukur secara menyeluruh kekuatan kehidupan sosial, ekonomi, kemasyarakatan, hingga budaya di tingkat kampung.

Ketua Satgas Kampung Pancasila sekaligus Kalaksa BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto menjelaskan bahwa seluruh RW diimbau melibatkan seluruh RT di wilayahnya untuk bersama-sama mempersiapkan diri.

“Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan Lomba Kampung Pancasila. Basis penilaiannya ada pada empat pilar, lingkungan, kemasyarakatan, ekonomi, serta sosial budaya,” ujar Irvan, Selasa (18/8).

Empat Pilar Penilaian, Lingkungan dan Ekonomi Berbobot Terbesar

Keempat pilar tersebut menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi, namun pilar lingkungan dan ekonomi mendapatkan bobot penilaian lebih besar.

Pada pilar lingkungan, indikator utamanya adalah pengurangan sampah melalui pemilahan dari sumbernya. Pemkot mendorong agar pemilahan sudah dilakukan sejak tingkat rumah tangga dan diterapkan secara konsisten di lingkungan RT maupun RW.

“Artinya, dari rumah tangga itu sudah diharapkan setiap warga di level RT maupun RW sudah melakukan pemilahan,” kata Irvan.

Sementara itu, pilar kemasyarakatan mencakup upaya menciptakan lingkungan yang aman dan tertib. Indikatornya antara lain pelaksanaan jadwal keamanan lingkungan, pemanfaatan CCTV, hingga upaya membangun kampung yang bebas dari curanmor.

Pada pilar ekonomi, penilaian diarahkan pada kepedulian dan kemandirian ekonomi masyarakat. Hal ini terlihat dari keberadaan donasi warga untuk membantu yang membutuhkan serta geliat UMKM di lingkungan tersebut.

“Filosofinya, bagaimana warga yang mampu bisa membantu warga yang kurang mampu, sampai pelaku UMKM dan lain sebagainya,” terangnya.

Adapun pilar sosial budaya mencakup bidang kesehatan dan pendidikan, termasuk perhatian terhadap anak putus sekolah yang juga menjadi salah satu indikator yang diperhitungkan.

Mekanisme Penilaian Bertahap: Dari Aplikasi Hingga Verifikasi Lapangan

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui formulir yang disiapkan Pemkot. Kompetisi akan dimulai dari peluncuran pada September, pendaftaran daring, seleksi administrasi, hingga verifikasi lapangan.

Salah satu dasar seleksi administrasi berasal dari data pada aplikasi Sayang Warga, di mana RT dan RW melakukan pengisian self assessment secara rutin setiap bulan. Data tersebut menghasilkan skor yang menjadi bagian dari penilaian awal.

“Jadi, pengisiannya seperti apa dari self assessment itu nanti akan muncul scoring yang nanti akan dinilai secara langsung,” bebernya.

Irvan meminta RT dan RW memastikan pengisian data melalui aplikasi Sayang Warga yang dilakukan Kader Surabaya Hebat (KSH) berjalan dengan baik dan sesuai kondisi di lapangan.

1.360 RW Disaring Hingga 165 Terbaik

Proses penilaian akan dilakukan secara bertahap, Verifikasi lapangan tahap I: 1.360 RW disaring menjadi 500 RW terbaik. Verifikasi lapangan tahap II: 500 RW kembali disaring menjadi 200 RW terbaik. Pembagian kategori: RW A (lebih dari 10 RT) dan RW B (kurang dari 10 RT) menuju 165 besar RW terbaik.

Tim juri yang akan turun ke lapangan melibatkan perangkat daerah Pemkot Surabaya, akademisi, media, hingga praktisi.

“Penilaian terbesar berasal dari pilar lingkungan dan pilar ekonomi, namun pilar lainnya tetap saling mempengaruhi. Semuanya tetap terintegrasi,” tegas Irvan.

Menjelang peluncuran lomba, Irvan meminta seluruh perangkat daerah pengampu ikut memberikan edukasi dan motivasi kepada RT dan RW agar setiap wilayah dapat mempersiapkan diri sejak awal sesuai indikator yang telah ditetapkan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.