181 Gerai KDMP di Kabupaten Blitar Rampung, 12 Desa Kesulitan Cari Lahan

oleh -172 Dilihat
KDMP.
KDMP.

KabarBaik.co, Blitar – Sebanyak 12 desa di Kabupaten Blitar masih kesulitan mencari lahan untuk pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kendala utama berasal dari lokasi yang masuk kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kabupaten Blitar Sri Wahyuni mengatakan saat ini masih ada 55 gerai KDMP yang dalam proses pembangunan. Namun, sebagian desa harus kembali mencari lokasi baru karena lahan yang diusulkan tidak diperbolehkan untuk pembangunan.

“Ada yang masih mencari lahan karena lokasi sebelumnya ternyata masuk kawasan yang tidak diperbolehkan untuk dibangun apa pun. Maka dari itu kami menyarankan pindah ke lokasi lain melalui musyawarah desa,” ujarnya, Senin (11/5).

Meski masih ada kendala lahan, Sri menyebut progres pembangunan KDMP di Kabupaten Blitar termasuk salah satu yang tercepat. Apalagi proses pembangunan juga melibatkan kerja sama dengan TNI.

Berdasarkan data terakhir, sebanyak 181 gerai KDMP telah selesai dibangun 100 persen.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga mulai mendistribusikan sarana penunjang operasional koperasi. Hingga kini tercatat 164 unit truk telah disalurkan, kemudian 60 unit pick up serta 19 kendaraan roda tiga.

“Perlengkapan pendukung seperti meja, kursi dan rak juga sudah diberikan ke 146 KDMP. Jumlah yang sama menerima peralatan medis berupa meja dan ranjang pemeriksaan,” katanya.

Menurut Sri, ke depan KDMP juga diarahkan mengembangkan unit usaha klinik kesehatan desa.

Sementara itu, pembentukan kelembagaan KDMP di Kabupaten Blitar disebut sudah mencapai 100 persen. Dari total 248 desa dan kelurahan, seluruhnya telah memiliki kelembagaan koperasi.

Namun demikian, belum semua koperasi beroperasi penuh. Hingga saat ini baru 85 KDMP yang mulai menjalankan aktivitas usaha dengan memaksimalkan simpanan pokok dan simpanan wajib anggota.

Selain itu, sebanyak 217 KDMP juga telah melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) sebagai bagian penguatan tata kelola koperasi.

“RAT ini penting karena menjadi bagian dari tata kelola koperasi. Kami kembali ke jati diri koperasi, yaitu menggerakkan simpanan pokok dan simpanan wajib,” jelasnya.

Sri menambahkan, sejumlah KDMP juga mulai menerima dukungan usaha dari Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa bantuan bioflok lengkap dengan bibit lele, pakan dan vitamin.

“Ada tiga KDMP yang sudah menerima bantuan bioflok dan bahkan sudah panen. Sementara 16 KDMP lainnya masih menunggu persetujuan bantuan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.