KabarBaik.co, Blitar – Penyelidikan kasus ledakan petasan di Musala Arruba’, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, terus berlanjut. Hingga kini, polisi belum dapat menggali keterangan dari korban karena keduanya masih menjalani perawatan intensif.
Kapolres Blitar AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, mengatakan kondisi korban belum memungkinkan untuk dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.
“Korban masih dalam perawatan, sehingga belum bisa kami mintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (17/3).
Dua korban diketahui berinisial MZF, 16, dan MAP, 19 , keduanya berasal dari wilayah Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Lokasi kejadian berada di perbatasan Blitar–Kediri.
“Karena lokasi kejadian berbatasan langsung dengan Kediri, sehingga korban berasal dari wilayah Kediri yang tidak jauh dari TKP,” jelasnya.
Meski belum mendapatkan keterangan dari korban, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim penjinak bom (Jibom). Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk merakit petasan.
“Dari olah TKP, ditemukan alat-alat yang mengarah pada aktivitas perakitan petasan di lokasi,” tambahnya.
Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa selongsong petasan, gulungan kertas, serta peralatan lainnya yang diduga berkaitan dengan bahan peledak.
Polisi memastikan penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan yang terjadi pada Selasa (17/3) dini hari tersebut.
“Kami masih mendalami kasus ini dengan mengumpulkan keterangan saksi dan hasil olah TKP,” pungkasnya.(*)








