22 Agustus Hari Cerita Rakyat Sedunia: Menjaga Warisan Leluhur di Tengah Gempuran Zaman

oleh -106 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 22 at 6.53.57 AM
Hari Cerita Rakyat Sedunia

KabarBaik.co – Setiap 22 Agustus diperingati sebagai Hari Cerita Rakyat Sedunia (World Folklore Day). Peringatan ini menjadi momentum untuk kembali mengenang dan melestarikan berbagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat, mulai dari cerita rakyat, legenda, mitos, dongeng, pepatah, tradisi, musik, tarian hingga berbagai pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Cerita rakyat bukan sekadar kisah masa lalu untuk mengisi waktu luang. Di dalamnya tersimpan nilai-nilai kehidupan, pandangan masyarakat terhadap lingkungan, kearifan lokal, hingga pesan moral yang menjadi bagian dari identitas suatu bangsa.

Peringatan Hari Cerita Rakyat Sedunia setiap 22 Agustus memiliki akar sejarah yang cukup panjang. Tanggal tersebut merujuk pada 22 Agustus 1846, ketika seorang penulis dan arkeolog asal Inggris, William John Thoms, menggunakan istilah folklore untuk pertama kalinya dalam sebuah surat yang dimuat di majalah The Athenaeum di London.

Istilah folklore berasal dari dua kata dalam bahasa Inggris, yakni folk yang berarti masyarakat atau rakyat dan lore yang berarti pengetahuan atau tradisi. Istilah tersebut digunakan Thoms untuk menggambarkan berbagai pengetahuan, kebiasaan dan tradisi yang berkembang di tengah masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun.

Seiring waktu, istilah folklore berkembang menjadi kajian yang lebih luas mengenai kebudayaan masyarakat, termasuk cerita lisan, legenda, mitologi, permainan tradisional, kesenian, musik, tarian, upacara adat, hingga berbagai bentuk kearifan lokal.

Sejumlah sumber menyebut peringatan ini dikaitkan dengan tanggal pertama kali istilah folklore diperkenalkan oleh William John Thoms pada 22 Agustus 1846. Beberapa sumber juga menyebut peringatan tersebut mulai dikenal secara internasional dan dikaitkan dengan UNESCO. Badan-badan kebudayaan di berbagai negara kemudian menggunakan 22 Agustus sebagai momentum untuk mempromosikan dan menjaga warisan budaya takbenda.

Meski demikian, penting dicatat bahwa Hari Cerita Rakyat Sedunia tidak sama dengan hari internasional resmi yang ditetapkan melalui resolusi Majelis Umum PBB. Penyebutan dan sejarah penetapannya berbeda-beda di berbagai sumber. Karena itu, dasar historis yang paling konsisten untuk tanggal 22 Agustus adalah peristiwa penggunaan istilah folklore oleh William John Thoms pada 1846.

Indonesia sendiri memiliki kekayaan folklore yang sangat beragam. Hampir setiap daerah memiliki cerita yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat, seperti Malin Kundang dari Sumatera Barat, Sangkuriang dari Jawa Barat, Timun Mas dari Jawa Tengah, Bawang Merah Bawang Putih, hingga berbagai legenda dan cerita asal-usul daerah lainnya.

Cerita-cerita tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan nilai tentang kejujuran, keberanian, hubungan manusia dengan alam, penghormatan kepada orang tua, serta konsekuensi dari setiap tindakan.

Di tengah perkembangan teknologi dan maraknya konten digital, keberadaan cerita rakyat menghadapi tantangan tersendiri. Cerita yang dahulu disampaikan secara lisan oleh orang tua atau tetua kepada anak-anak kini semakin jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Hari Cerita Rakyat Sedunia dapat menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menyimpan cerita di buku atau museum. Cerita rakyat perlu terus diceritakan, dipelajari, didokumentasikan dan diperkenalkan kepada generasi muda dengan cara yang sesuai perkembangan zaman.

Digitalisasi bahkan dapat menjadi peluang baru. Cerita rakyat dapat dikemas menjadi buku digital, film animasi, podcast, komik, gim, hingga konten media sosial tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

Pada akhirnya, menjaga cerita rakyat berarti menjaga ingatan kolektif sebuah masyarakat. Sebab ketika sebuah cerita hilang, bukan hanya rangkaian kisah yang ikut lenyap, tetapi juga sebagian dari pengetahuan, nilai dan identitas budaya yang pernah diwariskan oleh para leluhur. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.