KabarBaik.co, Blitar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mulai menyiapkan distribusi air bersih untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Namun, stok yang tersedia dinilai masih terbatas dibanding potensi kebutuhan di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi, menyebut sementara ini pihaknya menyiapkan sekitar 80 rit air bersih untuk didistribusikan ke wilayah terdampak.
“Untuk sementara kami siapkan dropping air kurang lebih 80 rit,” ujarnya, Selasa (7/3).
Ia mengakui, jumlah tersebut belum mencukupi jika kebutuhan meningkat, terutama dengan potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino tahun ini.
“Kalau melihat potensi yang ada, tentu belum mencukupi. Karena itu kami akan upayakan penambahan,” jelasnya.
Menurutnya, BPBD akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPBD Jawa Timur, untuk menambah pasokan air bersih apabila kondisi di lapangan semakin membutuhkan.
“Kami akan koordinasi dengan stakeholder terkait untuk penambahan distribusi air bersih jika persediaan tidak mencukupi,” tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat 23 desa di tujuh kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan. Desa-desa tersebut sebagian besar merupakan wilayah yang setiap tahun mengalami kondisi serupa saat musim kemarau.
Selain mengandalkan bantuan distribusi air, masyarakat juga diimbau melakukan langkah antisipasi secara mandiri, seperti menyiapkan cadangan air di rumah.
“Beberapa desa memang menjadi langganan kekeringan. Kami mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air,” pungkasnya.(*)






