32 Tentara Kuba Tewas Dalam Serangan AS di Venezuela

oleh -220 Dilihat
Kobaran api saat AS serang Venezuela

KabarBaik.co – Pemerintah Kuba mengatakan sebanyak 32 tentaranya tewas dalam “serangan skala besar” Amerika Serikat di Venezuela pada Sabtu (3/1) yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro.

Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel pada Minggu (4/1) mengumumkan 5 dan 6 Januari sebagai hari berkabung nasional untuk menghormati para tentara tersebut.

Ia menilai mereka telah melaksanakan tugas secara terhormat dan menunjukkan “perlawanan sengit” yang mencerminkan semangat solidaritas internasional Kuba.

Pemerintah Kuba menyatakan ke-32 tentara itu gugur saat menjalankan misi resmi atas permintaan otoritas Venezuela sebagai bagian dari kerja sama bilateral kedua negara.

Pemerintah Venezuela juga menyatakan pihaknya “menghormati 32 kombatan Kuba yang mengorbankan nyawa mereka dalam pelaksanaan tugas, dalam konteks misi kerja sama dan pertahanan.”

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan sejumlah besar personel keamanan Kuba yang ditugaskan melindungi Maduro tewas dalam operasi militer pada Sabtu.

Ia juga mengatakan Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan dibawa ke AS.

Keduanya tiba di New York pada Sabtu malam dan kini ditahan di Metropolitan Detention Center di Brooklyn.

Mereka menghadapi dakwaan federal AS terkait perdagangan narkoba serta dugaan kerja sama dengan kelompok kejahatan yang ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Maduro membantah seluruh tuduhan tersebut, sementara pemerintah Venezuela menyerukan pembebasan segera terhadap presiden dan istrinya.

Caracas menilai operasi militer AS itu sebagai pelanggaran mutlak terhadap kedaulatan Venezuela. (ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.