4 Februari Hari Kanker Sedunia: Pentingnya Dukungan Mental serta Pencegahan Dini

oleh -284 Dilihat

KabarBaik.co, Surabaya,- Umur Tania (nama samaran) baru 7 tahun. Bocah itu baru saja menyelesaikan sesi kemoterapi di rumah sakit. Senyumnya masih tampak ceria, tapi di balik itu, perjalanan melawan leukemia yang dialami tentu tidak mudah. Baik bagi Tania maupun kedua orang tuanya.

Setiap hari, ibunya menyaksikan ketakutan, lelah, dan momen-momen cemas akan putrinya. “Kami belajar bahwa selain perawatan medis, menjaga mental Tania dan kami sebagai keluarga sama pentingnya,” ujarnya suatu ketika.

Cerita Tania adalah cermin realitas banyak anak penderita kanker di Indonesia. Menurut Global Cancer Observatory (Globocan 2022), kanker anak sekitar 3–5 persen dari total kasus kanker. Jumlah itu tetap signifikan. Leukemia menjadi jenis kanker yang paling banyak diderita anak, dengan sekitar 11.156 kasus baru pada kelompok usia 0–19 tahun. (Globocan, 2022)

Di sisi lain, kanker dewasa di Indonesia juga mengkhawatirkan. Data Globocan mencatat lebih dari 408.661 kasus baru kanker setiap tahun, dengan sekitar 242.988 kematian akibat kanker. Jenis yang paling banyak ditemukan adalah kanker payudara, paru-paru, dan serviks.

Survei Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi kanker di Indonesia sekitar 1,79 per 1.000 penduduk, menegaskan bahwa hampir setiap komunitas memiliki anggota yang berjuang melawan penyakit ini. (kemkes.go.id)

Selain perawatan medis, dukungan psikologis dan manajemen stres menjadi kunci penting bagi pasien kanker, baik anak maupun dewasa.

Berdasarkan hasil riset internasional pada tahun 2021, publikasi di Nature Reviews Clinical Oncology menyebutkan bahwa stres psikososial yang berkepanjangan berhubungan dengan prognosis pasien kanker, termasuk survival dan mortalitas. Pasien yang mengalami stres kronis cenderung memiliki hasil klinis lebih buruk dibanding mereka yang mampu mengelola tekanan psikologisnya.

Sementara itu, studi sistematik tahun 2022 terhadap pasien kanker payudara internasional menemukan bahwa dukungan sosial dan strategi koping yang efektif berhubungan dengan kualitas hidup lebih tinggi, meskipun kondisi medis serupa. Pasien yang mampu mengelola stres merasa lebih tenang, tidur lebih baik, dan lebih mampu menjalani pengobatan. (The Journal of Health Science and Community, 2022)

Penelitian lain yang dipublikasikan di PubMed tahun 2023 menyebutkan bahwa intervensi psikologis seperti konseling, mindfulness, dan terapi tertawa dapat mengurangi kecemasan dan depresi pada pasien kanker, membantu mereka mempertahankan kesejahteraan emosional selama menjalani perawatan. (PubMed, 2023)

Bagi Tania dan keluarganya, pendekatan itu nyata dan berdampak besar. Selain kemoterapi, mereka rutin mengikuti sesi konseling keluarga, kegiatan bermain yang menenangkan, dan kelompok dukungan orang tua. Setiap tawa Tania, setiap momen ia merasa nyaman, menjadi kekuatan tambahan untuk melawan penyakit ini.

Demikian pula pasien dewasa seperti Siti, bukan nama sebenarnya. Perempuan 45 tahun itu suaminya didiagnosis kanker paru-paru. Dia pun menekankan bahwa dukungan psikologis dan menjaga keseimbangan emosi sangat membantu keluarganya menghadapi pengobatan. ”Tetap tenang dan tidak mudah stres, membuat kami lebih kuat menjalani proses pengobatan,” ujarnya.

Namun, para ahli menekankan bahwa pencegahan dan deteksi dini tetap menjadi langkah paling efektif dalam memerangi kanker.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, orang tua dianjurkan untuk mengenali gejala awal kanker pada anak, seperti mudah lelah, demam berkepanjangan, lebam yang tidak hilang, atau benjolan abnormal, serta segera memeriksakan ke dokter. Pada orang dewasa, deteksi dini melalui skrining rutin, pola hidup sehat, dan pemeriksaan berkala dapat secara signifikan meningkatkan peluang hidup.

Dan, 4 Febrari, yang diperingati sebagai Hari Kanker Sedunia menjadi salah satu momentum penting untuk menyadarkan masyarakat bahwa melawan kanker bukan hanya soal obat atau kemoterapi, tetapi juga tentang perhatian pada mental, manajemen stres, dukungan emosional, dan kesadaran akan pencegahan dini.

Data resmi dan riset internasional mendukung bahwa kesejahteraan emosional dan deteksi dini, baik pada anak maupun dewasa, bukan hanya pelengkap, tetapi bagian penting dari strategi pengobatan kanker secara menyeluruh. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.