KabarBaik.co – Jumlah peserta kejuaraan biliar di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim IX 2025 yang digelar pada 28 Juni-5 Juli 2025 mengalami lonjakan signifikan. Ini terjadi saat digelarnya cabang olahraga (cabor) biliar di venue Carabao Bistro and Pool, Kota Batu, Sabtu (28/6).
Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jawa Timur, Pujo Asmoro Hadi, menyebutkan lebih dari 400 peserta ambil bagian dalam kejuaraan kali ini. Jumlah itu meningkat drastis dibanding event pertama di Blitar yang hanya diikuti kurang dari 100 orang.
“Ini loncatan besar. Harapan saya ke depan jumlah peserta semakin bertambah, sehingga Jawa Timur mampu terus mencetak atlet biliar berkualitas. Saya juga berharap akan lahir juara-juara dunia dari Jawa Timur,” harap Pujo.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, menyatakan kesiapan Kota Batu sebagai tuan rumah penyelenggaraan kejuaraan biliar berskala nasional bahkan internasional di masa mendatang.

Namun, ia menegaskan perlunya koordinasi dengan pihak pusat sebelum merealisasikan event internasional. “Venue biliar di Kota Batu sangat siap untuk ajang nasional maupun internasional, tentu tidak tahun ini karena harus komunikasi dengan pusat,” kata Nurochman.
Pemilik venue, Hendra Kurniawan, juga berkomitmen mendukung pengembangan atlet biliar di Kota Batu. Menyatakan, bahwa disediakan sebanyak 15 meja biliar standar internasional untuk Porprov IX Jawa Timur.
Bahkan nantinya, ia menyediakan ruang latihan gratis bagi para siswa selepas jam sekolah sebagai bagian dari program pembibitan atlet. “Kegiatan biliar harus dimulai dalam kondisi sehat. Tanggung jawab kita hari ini adalah meraih prestasi terbaik,” ujarnya.
Ketua POBSI Kota Batu, Gaib Sampurno, menuturkan pihaknya menerjunkan tujuh atlet, terdiri dari empat putra dan tiga putri. Mereka akan turun di kelas 8, 9, 10, dan 15 single serta double. Namun, kelas inggris biliar dan snooker belum diikuti karena belum memiliki meja khusus.
“Target kami setidaknya bisa meraih satu medali, mudah-mudahan lebih. Persiapan anak-anak sudah matang, latihan dilakukan setiap hari, hanya mendekati hari pertandingan kami kurangi intensitasnya agar mereka fokus,” jelas Gaib.
Ia juga menyebut beberapa daerah seperti Mojokerto, Kota Malang, Gresik, dan Probolinggo menjadi lawan tangguh yang patut diwaspadai pada kejuaraan kali ini. (*)







