KabarBaik.co – Dua warga Desa Bunut Wetan, Pakis, Kabupaten Malang, berinisial AR dan SG, tewas usai diduga mengonsumsi minuman keras (miras) jenis anggur merah. Keduanya merupakan bagian dari tragedi miras yang menewaskan lima orang dan membuat dua lainnya kritis di wilayah Kecamatan Pakis.
Kapolsek Pakis AKP Suyanto menyampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi di dua lokasi berbeda, yakni Desa Bunut Wetan dan Desa Sukoanyar.
“Untuk TKP Bunut Wetan, dua orang meninggal dunia dan dua kritis yang kini dirawat di RSSA Malang. Sementara di TKP Sukoanyar, tiga orang meninggal dunia,” ujar Suyanto, Kamis (18/12).
Suyanto menjelaskan AR dan SG diketahui telah berkeluarga. Keduanya sempat mengeluhkan mual dan pusing sebelum akhirnya meninggal dunia pada Senin (15/12) setelah mengikuti pesta miras pada Sabtu (13/12) malam di rumah salah satu warga.
“Korban di Bunut Wetan meninggal setelah minum anggur merah. Sebelumnya mengeluhkan mual dan pusing,” ungkapnya.
Selain dua korban meninggal, dua warga lainnya yang ikut pesta miras di Bunut Wetan berinisial BH dan SM kini dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di RS dr Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Menurut Kapolsek, sedikitnya 20 orang ikut mengonsumsi miras dalam pesta tersebut. Namun, tidak semua mengalami dampak fatal.
“Ada sekitar 20 orang yang ikut minum. Dua meninggal dan dua kritis, yang lainnya beraktivitas seperti biasa,” jelasnya.
Sementara itu, tragedi miras juga terjadi di Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis. Empat warga diduga mengonsumsi enam botol anggur merah pada Minggu (14/12), yang berujung tiga orang meninggal dunia dan satu orang selamat.
“Korban di Sukoanyar meninggal pada hari Selasa. Empat orang minum, satu selamat,” ungkap Suyanto.
Hingga kini, Polsek Pakis masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian para korban. Polisi telah mengamankan sisa minuman keras yang diduga dikonsumsi korban untuk dilakukan uji laboratorium.
“Kami sudah menyita sisa minuman untuk diuji lab,” tegas Suyanto. (*)






