KabarBaik.co, Malang – Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menegaskan kesiapan penuh jajarannya dalam menjaga kebersihan selama pelaksanaan Mujahadah Kubro peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, 7-8 Februari 2026.
Menurut Raymond, DLH Kota Malang menyiagakan sedikitnya 500 petugas kebersihan untuk mengantisipasi lonjakan sampah seiring membludaknya jumlah jemaah yang diperkirakan mencapai 100 ribu orang lebih tersebut. “Dalam rangka memperingati harlah 1 Abad NU, DLH Kota Malang mengerahkan 500 tenaga operasional yang ditempatkan langsung di lapangan,” ujar Raymond, Minggu (8/2).
Ia menjelaskan, ratusan petugas tersebut diterjunkan dengan sistem sif kerja. Pada Sabtu (7/2), petugas mulai bertugas sejak pukul 17.00 WIB. Sementara pada Minggu (8/2), sif dimulai pukul 04.00 WIB, 11.00 WIB, 13.00 WIB, hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Raymond menyebut, petugas kebersihan disebar di sejumlah titik strategis, baik di dalam maupun di luar Stadion Gajayana, area parkir, serta ruas Jalan Semeru, Merapi, Welirang, Kawi, dan Jalan Ijen.
Selain pengerahan personel, Raymond juga memastikan DLH menyiapkan sarana pendukung berupa 1.000 kantong sampah atau trash bag. Petugas akan melakukan penyisiran rutin untuk mengganti kantong sampah yang telah penuh. “Kalau sudah setengah atau penuh, akan langsung kami ambil dan diganti trash bag yang baru, sehingga jemaah lebih mudah membuang sampahnya,” jelasnya.
Raymond mengatakan sampah yang terkumpul akan ditampung sementara menggunakan enam unit dump truck dan dua mobil pikap. Seluruh sampah selanjutnya akan dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang, dengan dua dump truck tetap disiagakan di area stadion untuk kondisi darurat.
Terkait aksesibilitas, Raymond mengungkapkan adanya potensi pembatasan hingga penutupan jalan akibat kepadatan jemaah yang mulai berdatangan sejak Sabtu malam. “Tetap ada mobilisasi, tetapi untuk acara pagi diperkirakan jemaah sudah mengikuti kegiatan sejak pukul 23.00 WIB. Kemungkinan pada pukul 00.00 sampai 01.00 WIB sudah tidak ada pergerakan kendaraan,” ungkapnya.
Raymond menambahkan, DLH Kota Malang memprediksi peningkatan volume sampah sekitar 10 persen atau mencapai 70 ton dibandingkan hari biasa. Dengan aktivitas yang terpusat di satu lokasi, ia optimistis proses pengangkutan sampah ke TPA Supit Urang dapat berjalan lebih efektif. (*)






