KabarBaik.co, Jombang – Madrasah Aliyah (MA) Unggulan Darul Ulum Rejoso, Peterongan, Jombang kembali menggelar pelatihan manasik haji ke-17, Sabtu (23/5). Kegiatan tahunan tersebut diikuti lebih dari 700 peserta.
Peserta terdiri dari siswa kelas X dan XI, guru, tenaga kependidikan, hingga delegasi dari berbagai unit sekolah dan madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso.
Kepala MA Unggulan Darul Ulum Khoiruddinul Qoyum mengatakan kegiatan itu menjadi sarana pembelajaran praktik bagi siswa dalam memahami fikih ibadah haji dan umrah.
“Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang ibadah haji, sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan, karakter, dan motivasi bagi siswa agar kelak siap menunaikan ibadah haji maupun umrah,” katanya Sabtu (23/5).
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti simulasi berbagai tahapan ibadah haji. Mulai dari ihram, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, lempar jumrah, tawaf, sa’i hingga tahalul.
“Simulasi tersebut dirancang agar siswa memahami urutan pelaksanaan haji secara praktis dan sistematis,” ujarnya.
Tahun ini, kegiatan mengusung tema “Harmoni Ibadah, Merajut Ukhuwah dan Spirit Akhlakul Karimah”. Sebelum puncak kegiatan, peserta juga mendapat pembekalan dan stadium general.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum, para pengasuh asrama, serta Kepala Kantor Kementerian Haji Jombang, Ilham Rohim.
Ilham mengapresiasi konsistensi MA Unggulan Darul Ulum yang telah menyelenggarakan pelatihan manasik haji hingga 17 kali.
“Ini merupakan bentuk nyata kepedulian lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai ibadah, kedisiplinan, dan pendidikan karakter Islami kepada para siswa sejak dini,” katanya.
Menurutnya, kegiatan manasik haji memiliki peran penting dalam membentuk mental spiritual peserta didik. Termasuk menanamkan sikap disiplin, kesabaran, kebersamaan, dan kepatuhan terhadap aturan.
Ia menyebut pelaksanaan manasik haji juga sejalan dengan semangat “Tri Sukses Haji” yang diusung Kementerian Haji dan Umrah, yakni sukses ritual haji, sukses pengembangan ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban haji.
Selain itu, Ilham mengingatkan para siswa agar mulai memiliki cita-cita berhaji sejak usia muda. Sebab, masa tunggu keberangkatan haji di Kabupaten Jombang saat ini mencapai sekitar 26 tahun.
“Kalau ingin berhaji di usia muda, maka harus mulai menabung dan mendaftar sejak sekarang,” ungkapnya. (*)







