Akhir Tahun, Lima Napi Terorisme Lapas Surabaya Nyatakan Ikrar Setia pada NKRI

oleh -472 Dilihat
IMG 20241231 WA0010
Lima Napiter hormat pada sang merah putih sebagai wujud kesetiaan pada NKRI. (Ist)

KabarBaik.co – Menjelang pergantian tahun, Lapas Kelas I Surabaya atau acapkali disebut Lapas Porong kembali mencatatkan keberhasilan dalam membina narapidana kasus terorisme (napiter). Lima orang napiter menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bukti perubahan ideologi dan komitmen mereka terhadap Pancasila.

“Tahun ini total sudah ada 14 orang napiter dari Lapas I Surabaya yang menyatakan ikrar setia kepada NKRI,” ungkap Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Heri Azhari, Selasa (31/12).

Sebelumnya, pada 18 Januari 2024, sembilan napiter di lapas yang terletak di Porong, Sidoarjo, juga menyatakan ikrar serupa. Capaian ini menunjukkan efektivitas program pembinaan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Kalapas Jayanta.

“Kami berharap hal ini mampu menjadi awal untuk kembali ke masyarakat sebagai individu yang berkontribusi positif bagi bangsa, demi mewujudkan cita-cita bersama dalam menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” ujarnya.

Heri juga mengapresiasi keberhasilan pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Kelas I Surabaya. Ia menilai bahwa pernyataan ikrar ini menjadi bukti bahwa para warga binaan telah memahami dan menerima Pancasila sebagai ideologi nasional serta dasar persatuan bangsa.

“Ini adalah tanda bahwa napiter telah memahami bahwa Pancasila bukan hanya berkedudukan sebagai dasar Negara Republik Indonesia tetapi juga sebagai ideologi nasional, pandangan hidup bangsa Indonesia, dan pemersatu bangsa,” urainya.

Sementara itu, Kalapas Kelas I Surabaya Jayanta menegaskan bahwa pengucapan ikrar setia kepada NKRI ini bukan sekadar formalitas. “Tetapi ikrar ini benar-benar membuktikan perbuatan dan tingkah laku napiter sesuai dengan ideologi NKRI, yaitu Pancasila,” jelasnya.

Jayanta menambahkan bahwa kelima napiter tersebut telah menunjukkan konsistensi dalam mendukung program pembinaan yang meliputi kemandirian dan keterampilan. Mereka juga mampu berbaur dengan petugas maupun warga binaan lainnya sejak dipindahkan dari Rutan Cikeas ke Lapas Surabaya pada 21 November 2024.

Keberhasilan ini, menurut Jayanta, tidak lepas dari peran aktif berbagai pihak, termasuk TNI/POLRI, BNPT, eks warga binaan yang tergabung dalam lingkar perdamaian, dan stakeholder lainnya. “Ini jadi salah satu bentuk kolaborasi kami dengan pihak eksternal untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi lapas dalam upaya deradikalisasi,” terangnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Yudha
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.